Logo Header Antaranews Jateng

Pemkot Pekalongan sediakan lahan 3,6 hektare untuk proyek pengelolaan sampah jadi energi listrik

Rabu, 29 April 2026 18:49 WIB
Image Print
Tim Verifikasi Pusat dari unsur Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup, PLN (Persero), serta Danantara meninjau kesiapan Pekalongan Raya pada proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik di Pekalongan, belum lama ini. (ANTARA/HO-Humas Kota Pekalongan)

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, memastikan kesiapan penyediaan lahan untuk proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) tahap awal seluas 3,6 hektare dari 5,2 hektare sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan Joko Purnomo di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan lokasi di kawasan Hutan Kota dengan luas awal sekitar 3,6 hektare untuk proyek PSEL.

"Lahan yang kami miliki sekarang sekitar 4,2 hektare terdiri atas Hutan Kota seluas 3,6 hektare dan akses jalan sekitar 0,6 hektare sehingga masih membutuhkan tambahan sekitar 0,8 hektare untuk memenuhi syarat minimal pembangunan PSEL," katanya.

Menurut dia, pihaknya berkomitmen untuk melakukan pembebasan lahan sesuai ketentuan yang berlaku dan segera menindaklanjuti setelah ada surat keputusan penetapan dari pemerintah pusat.

Mekanisme pengadaan tanah, kata dia, akan dilakukan melalui tahapan resmi termasuk penganggaran, penilaian hingga prosedur administrasi lainnya.

Ia mengatakan pemerintah juga telah menyiapkan solusi pengganti kawasan ruang terbuka hijau yang akan digunakan untuk proyek pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) itu.

"Kami sudah menyiapkan lahan pengganti hutan kota di wilayah Pringrejo seluas sekitar 4 hektare. Nantinya kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi hutan kota yang lebih representatif dan terintegrasi dengan TPST3R bahkan di konsepkan sebagai integrated farming," katanya.

Kemudian, dari sisi teknis, lokasi yang direncanakan juga memiliki akses strategis menuju jalan simpang susun tol sehingga dinilai mampu mendukung kelancaran operasional PSEL.

Hal ini, kata dia, penting mengingat intensitas lalu lintas kendaraan pengangkut sampah yang diproyeksikan cukup tinggi.

"Kami memperkirakan akan ada sekitar 350 truk per hari yang beroperasi selama 24 jam. Dengan akses langsung ke jalan utama diharapkan tidak menimbulkan kemacetan maupun gangguan lalu lintas di jalan umum," katanya.

Ia mengatakan proyek PSEL Pekalongan Raya ini nantinya akan mengolah sampah dari empat daerah yaitu Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Pemalang.

"Dengan target volume sampah minimal 1.000 ton per hari, fasilitas ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang penanganan sampah di wilayah tersebut sekaligus menghasilkan energi terbarukan bagi masyarakat," katanya.

Baca juga: Polres Pekalongan tingkatkan patroli cegah kejahatan dan balap liar



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026