Logo Header Antaranews Jateng

Pemkot lakukan pengadaan 27 bus listrik untuk Trans Semarang

Senin, 18 Mei 2026 21:26 WIB
Image Print
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti bersama Komisaris Utama VKTR Anindya N. Bakrie berfoto di depan bus listrik VKTR yang akan menjadi armada baru Trans Semarang. (ANTARA/HO-VKTR)

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang segera menghadirkan 27 armada bus listrik untuk memperkuat pelayanan transportasi massal Trans Semarang yang ramah lingkungan.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Senin, menyampaikan bahwa pengadaan armada bus listrik merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi publik, sekaligus menghadirkan lingkungan kota yang lebih sehat.

"Kami menyambut baik hadirnya armada bus listrik untuk layanan Trans Semarang. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan transportasi umum," katanya.

Upaya tersebut, kata dia, sekaligus menjadi bagian penting dari upaya pengurangan emisi kendaraan di kawasan perkotaan.

Selama ini, masyarakat sering menemui fenomena "cumi-cumi darat", yakni kepulan asap hitam dari kendaraan berbahan bakar solar sehingga kehadiran bus listrik itu menjadi langkah progresif menuju sistem transportasi publik yang lebih bersih dan sehat.

"Kami ingin masyarakat Semarang dapat menikmati transportasi publik yang semakin nyaman dengan lingkungan kota yang lebih bersih," katanya.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Semarang menggandeng PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, sebagai produsen kendaraan listrik yang berbasis di Magelang, untuk memproduksi dan mengirimkannya.

Pengadaan itu mencakup 27 unit bus listrik low deck berukuran 12 meter yang akan dioperasikan sebagai armada transportasi publik perkotaan, sekaligus menjadi tonggak penting dalam percepatan elektrifikasi transportasi umum di Indonesia.

Proses tender pengadaan telah berlangsung sejak April 2026 setelah proses uji coba pada Februari hingga Maret 2026, melalui mekanisme seleksi yang kompetitif dan transparan, sebelum secara resmi diumumkan pada Mei 2026.

Komisaris Utama VKTR Anindya N. Bakrie mengatakan proyek pengadaan bus listrik untuk Trans Semarang merupakan salah satu langkah konkret mendukung transisi menuju target Net Zero Emission di sektor transportasi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.

Kehadiran bus listrik VKTR sebagai armada Trans Semarang bukan hanya memperkuat kualitas layanan transportasi publik, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat terhadap mobilitas yang lebih sehat, nyaman, dan bebas polusi.

Dari sisi pengalaman pengguna, bus listrik juga menawarkan kenyamanan yang lebih baik melalui operasional yang lebih senyap, minim getaran, dan bebas bau asap pembakaran, serta menciptakan perjalanan yang lebih nyaman bagi penumpang maupun masyarakat.

Dibandingkan kendaraan konvensional berbasis diesel, bus listrik memberikan pengalaman mobilitas yang lebih modern dan human-centric.

"Inisiatif ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pemerintah daerah terhadap kemampuan industri kendaraan listrik nasional. Namun yang tidak kalah penting, transformasi ini memberi dampak langsung bagi masyarakat melalui transportasi publik yang lebih bersih, senyap, dan sehat," katanya.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026