Logo Header Antaranews Jateng

FK Unsoed kukuhkan 36 dokter baru perkuat layanan kesehatan

Senin, 18 Mei 2026 17:46 WIB
Image Print
Pengambilan Sumpah Dokter Periode LXXII di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto , Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (12/5/2026). ANTARA/HO-Unsoed
Sumpah ini bukan sekadar janji, tetapi kontrak moral dan sosial...

Purwokerto (ANTARA) - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengukuhkan 36 dokter baru dalam Pengambilan Sumpah Dokter Periode LXXII sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan di tengah tantangan dunia medis yang terus berkembang.

Prosesi pengambilan sumpah yang berlangsung di Aula FK Unsoed, Selasa (12/5), dipimpin Wakil Dekan Bidang Akademik FK Unsoed Dr dr Eman Sutrisna M.Kes. dan dihadiri pimpinan universitas, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Banyumas, direktur rumah sakit jejaring, orang tua dokter baru, serta sejumlah undangan.

Dalam kesempatan tersebut, para dokter baru secara simbolis diserahkan kepada IDI Cabang Banyumas sebagai bagian dari penguatan profesionalisme dan pengabdian di dunia kesehatan.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed Dr Ir Noor Farid M.Si. mengatakan sumpah dokter merupakan tonggak penting dalam perjalanan pengabdian profesi sehingga para lulusan diharapkan mampu menjaga integritas dan terus meningkatkan kompetensi di tengah dinamika dunia kesehatan.

“Manfaatkan perkembangan informasi dan teknologi untuk meningkatkan kemampuan diri agar dapat memberikan layanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan Unsoed terus memperkuat kapasitas pendidikan untuk menjawab kebutuhan tenaga medis nasional. Saat ini Unsoed memiliki 114 program studi dengan jumlah mahasiswa mencapai 34.825 orang dan diperkirakan meningkat menjadi lebih dari 40.000 mahasiswa pada Agustus mendatang.

Selain itu, kata dia, Unsoed juga telah membuka tujuh program studi dokter spesialis guna mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga spesialis di Indonesia.

Mewakili IDI Cabang Banyumas, dr Joko Mulyanto mengatakan sumpah dokter yang diucapkan para lulusan kali ini menggunakan edisi revisi terbaru yang menyesuaikan kompleksitas tantangan profesi kedokteran masa kini.

“Sumpah ini bukan sekadar janji, tetapi kontrak moral dan sosial yang menjadi simbol integritas profesi dokter kepada masyarakat,” katanya.

Menurut dia, dunia kedokteran saat ini menghadapi dua tantangan besar, yakni implementasi Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 yang membawa perubahan mendasar dalam praktik kedokteran, serta perkembangan teknologi kesehatan dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang mengubah pola pelayanan medis.

Ia menilai pelayanan kesehatan pada masa mendatang bukan lagi era kompetisi, melainkan era kolaborasi antartenaga kesehatan demi menjaga marwah profesi sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sementara itu, perwakilan dokter baru, dr Diva Azka Fidinillah, menyampaikan rasa syukur atas perjuangan panjang yang telah dilalui bersama rekan sejawat selama menempuh pendidikan.

“Kami melewati hari-hari panjang, namun semua itu membentuk kami menjadi pribadi yang lebih tangguh, lebih empati, dan lebih siap menghadapi pasien,” katanya.

Ia menegaskan para dokter baru berkomitmen menjaga amanah profesi dengan integritas serta mengabdikan ilmu bagi masyarakat.

“Hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan sesungguhnya di samudra pengabdian,” katanya.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026