Purwokerto (ANTARA) - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono meyakini integrasi transportasi di Stasiun Purwokerto mampu mendorong mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui konektivitas antarmoda yang semakin mudah, terjangkau, dan efisien.

"Dengan adanya koridor yang terintegrasi ini, efeknya bukan hanya kepada pengguna kereta, tapi saya yakin akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar," katanya saat peresmian integrasi layanan Trans Banyumas dan kereta api di pintu barat Stasiun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat.

Ia mengatakan integrasi antarmoda tersebut merupakan langkah strategis untuk menghadirkan layanan transportasi yang terhubung bagi masyarakat.

Menurut dia, konektivitas tersebut tidak hanya memudahkan perpindahan moda, tetapi juga mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi, menekan kemacetan, serta mengurangi emisi lingkungan.

Selain itu, lanjut dia, kawasan pintu barat stasiun dinilai berpotensi dikembangkan sebagai pusat aktivitas baru, termasuk melalui penyediaan tenan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan dukungan perbankan.

Ia meyakini pembukaan akses pintu barat juga mampu mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini terpusat di pintu timur stasiun.

Ia mengharapkan kebijakan drop off (menurunkan penumpang taksi, ojek, maupun kendaraan pribadi) gratis selama lima menit di pintu barat menjadi solusi atas polemik biaya penurunan penumpang.

"Kalau lebih dari lima menit, itu sudah bukan short time lagi, sehingga dikenakan tarif penuh," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan informasi, sejak pintu barat stasiun dibuka telah dilalui sekitar 300 kendaraan per hari meskipun fasilitas tersebut masih tergolong baru.

Selain aspek mobilitas, menurut dia, integrasi tersebut juga dinilai berperan dalam membuka peluang sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi di Kabupaten Banyumas.

"Saya berharap ke depan Trans Jateng dari Purbalingga juga bisa terintegrasi di pintu barat," kata Bupati.

Sementara itu, Kepala PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto Mohamad Arie Faturrochman mengatakan integrasi antarmoda di Stasiun Purwokerto merupakan bagian dari upaya mewujudkan sistem transportasi yang terhubung dan mendukung kemajuan daerah.

"Integrasi antarmoda yang dicita-citakan dapat terwujud di Banyumas, khususnya di Stasiun Purwokerto," katanya.

Ia mengatakan angkutan umum yang terintegrasi menjadi salah satu syarat penting bagi sebuah kota untuk berkembang.

Menurut dia, pembukaan pintu barat juga dilatarbelakangi keterbatasan kapasitas parkir di pintu timur yang kerap memicu kepadatan lalu lintas.

KAI juga membuka peluang integrasi lanjutan dengan moda transportasi lain, termasuk Trans Jateng, guna memperluas konektivitas di stasiun-stasiun wilayah Daop 5 Purwokerto.

Kendati integrasi antarmoda tersebut diresmikan pada Jumat, layanan Trans Banyumas dari pintu barat Stasiun Purwokerto mulai beroperasi efektif pada Sabtu (28/3), pukul 05.00-20.00 WIB. Masyarakat akan dilayani dari tiga koridor, yakni Koridor 1, Koridor 3A, dan Koridor 3B.

Dalam hal itu, Koridor 1 melayani rute Ajibarang-Pasar Pon, Koridor 3A rute Terminal Bulupitu-Kebondalem (jalur dalam kota), dan Koridor 3B rute Terminal Bulupitu-Kebondalem (jalur pinggiran kota/kawasan perkotaan).

Sementara bagi penumpang Trans Banyumas Koridor 2 rute Notog-Baturraden terintegrasi dengan Koridor 3A di Halte SMA Negeri 1 Purwokerto, sedangkan Koridor 4 rute Terminal Bulupitu-Banyumas Kota Lama terintegrasi dengan Koridor 3A dan Koridor 3B di Terminal Bulupitu dengan sistem tarif terintegrasi, sehingga memudahkan penumpang karena cukup membayar satu kali perjalanan dengan fasilitas gratis tap hingga 90 menit untuk perpindahan moda.


Baca juga: Polresta Banyumas: Koordinasi antarwilayah tekan kemacetan arus balik Lebaran