Purwokerto (ANTARA) - Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas Komisaris Besar Polisi Petrus P Silalahi menilai koordinasi antarwilayah aglomerasi mampu menekan kemacetan selama arus milir/balik Lebaran 2026 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan.
Saat dihubungi di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis, Kapolresta mengatakan penanganan arus lalu lintas pada Operasi Ketupat Candi (OKC) 2026 yang digelar selama 13 hari, 13-25 Maret, menunjukkan hasil lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalau kita melihatnya, penanganan yang kita lakukan lebih baik daripada yang kemarin (OKC 2025). Kita bisa menganalisis dan mengoordinasikan antarwilayah aglomerasi,” katanya.
Ia menjelaskan koordinasi dilakukan dengan daerah penyangga seperti Brebes, Tegal, dan wilayah lainnya yang menjadi simpul pertemuan arus kendaraan pemilir, khususnya yang mengarah ke Jakarta.
Menurut dia, sejumlah titik rawan kepadatan seperti perbatasan wilayah dan simpang strategis di jalur arteri Ajibarang menjadi fokus pengaturan melalui rekayasa lalu lintas, termasuk penarikan arus dan pengaturan persimpangan.
“Memang sempat terjadi pelambatan karena pertemuan arus dari jalur selatan dan jalur tengah, berhenti sekitar 10 menit lalu jalan setelah dilakukan penarikan-penarikan,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dalam penanganan pasar tumpah di wilayah Brebes seperti di Linggapura, Tonjong, dan Songgom dengan menerapkan kanalisasi serta penyediaan jalur penyeberangan guna mengurangi hambatan lalu lintas.
Ia mengatakan puncak arus balik di wilayah Ajibarang terjadi pada 23 Maret 2026, yang didominasi kendaraan roda dua, roda empat, dan bus antarkota.
“Puncaknya tanggal 23, mulai sore hari sudah kita lakukan pengaturan. Tanggal 24 masih tinggi, namun kemudian berangsur lancar,” katanya.
Terkait kecelakaan lalu lintas selama OKC 2026, dia mengatakan jika dibandingkan dengan OKC 2025, secara umum tidak mengalami peningkatan dari sisi jumlah kejadian, namun terdapat kenaikan pada jumlah korban luka ringan dan kerugian material.
Berdasarkan data Satuan Lalu Lintas Polresta Banyumas, jumlah kecelakaan selama OKC 2026 tercatat sebanyak 11 kasus atau sama dengan saat OKC 2025.
Jumlah korban meninggal dunia tercatat dua orang dan tidak ada korban luka berat, sama seperti tahun sebelumnya.
Namun, korban luka ringan meningkat dari 10 orang pada 2025 menjadi 26 orang pada 2026.
Selain itu, kerugian material akibat kecelakaan juga mengalami kenaikan signifikan dari Rp5,55 juta pada 2025 menjadi Rp40 juta pada 2026.
Meskipun Operasi Ketupat Candi telah berakhir, Kombes Petrus mengatakan Polresta Banyumas tetap melakukan pengamanan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan dengan menempatkan personel di delapan titik strong point.
Pihaknya tetap mengantisipasi potensi puncak arus milir susulan pada akhir pekan dengan melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas secara intensif.
“Kami tetap melaksanakan pengaturan, pemantauan, dan pelayanan kepada masyarakat, baik untuk arus balik maupun aktivitas lokal,” katanya menegaskan.
Baca juga: Bupati ajak ASN Pemkab Banyumas meningkatkan kinerja usai Lebaran