Logo Header Antaranews Jateng

Brigit Biofarmaka komitmen perkuat bisnis

Selasa, 12 Mei 2026 09:53 WIB
Image Print
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Solo, Jawa Tengah, Senin (11/5/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk berkomitmen memperkuat bisnis dengan melakukan ekspansi pasar dan menambah kapasitas produksi.

Direktur Utama PT Biofarmaka Is Heriyanto pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Solo, Jawa Tengah, Senin mengatakan beberapa langkah strategis salah satunya melalui pengoperasian pabrik baru berlokasi di Dalangan, Tawangsari. Pabrik ini berfokus pada produksi, sediaan COD (Cairan Obat Dalam), dan suplemen dalam bentuk kapsul serbuk.

“Berbeda dengan fasilitas di Mojorejo yang akan memproduksi bentuk softgel dan cair (seperti Omega 3, Vitamin A, dan Vitamin E). Kami juga melakukan ekspansi kemitraan strategis dengan menerapkan sistem tim marketing yang terbagi menjadi dua, yakni hunting (mencari konsumen/klien baru) dan farming (mengarahkan klien eksis untuk mengambil sediaan produk baru seperti COD dan suplemen),” katanya.

Langkah strategis lainnya yakni dengan pengadaan fasilitas baru PKRT (perbekalan kesehatan rumah tangga) melalui anak perusahaan yang akan memproduksi berbagai produk rumah tangga.

“Seperti sabun cuci piring, cuci tangan, pel lantai, pembersih kerak/toilet, deterjen cair, pembersih kendaraan, pengkilap, semir ban, hingga Iodin (obat luka). Target pasar dilakukan secara offline melalui rumah sakit dan masuk ke dapur-dapur SPPG di wilayah Solo Raya dengan harga kompetitif kemasan 5 liter,” katanya.

Di sisi lain, meskipun Perseroan sedang melakukan ekspansi besar-besaran, RUPS tetap menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 20 persen dari laba bersih tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 kepada para pemegang saham.

Besaran dividen dihitung sebesar 20 persen dari laba persaham Rp37,74 atau setara Rp7,548/saham, dikalikan jumlah saham beredar sebanyak 680.376.575 lembar saham, sehingga total dividen tunai yang dibagikan Perseroan mencapai Rp5.135.482.388.

Sepanjang tahun buku 2025, Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan omzet sebesar 32,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan laba bersih konsolidasi mengalami penurunan sebesar 16,15 persen akibat meningkatnya biaya marketing dan ekspansi akuisisi pasar yang dilakukan secara agresif oleh Perseroan.

Laba perusahaan pada tahun 2025 tercatat sekitar Rp25 miliar atau turun dari tahun 2024 sebesar Rp30 miliar. Total ekuitas pada tahun 2023 sebesar Rp19,3 miliar, tahun 2024 sebesar Rp43,6 miliar, dan tahun 2025 sebesar Rp110 miliar.

“Naiknya lebih dari dua kali, hampir tiga kali naiknya ekuitas kita. Kemudian total aset, total asetnya tahun 2023 Rp36 miliar, tahun 2024 sebesar Rp65 miliar, dan tahun 2025 sebesar Rp131 miliar. Ini naik dua kali lipat,” katanya.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026