
Pemkab Banyumas meluncurkan Sensus Ekonomi 2026 bertepatan May Day

Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah, meluncurkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada Jumat.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan sensus ekonomi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperoleh data akurat terkait kondisi riil perekonomian, khususnya sektor usaha dan ketenagakerjaan di wilayah setempat.
“Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 ini sangat penting sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang lebih tepat sasaran,” katanya.
Ia mengatakan pelaksanaan sensus ekonomi juga diharapkan mampu memetakan potensi usaha, termasuk sektor informal yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan itu ia mengapresiasi para pekerja dan buruh atas kontribusi mereka dalam menggerakkan roda perekonomian serta menciptakan iklim investasi yang kondusif di Banyumas.
“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh pekerja dan buruh, khususnya di Banyumas, atas dedikasi dan kerja kerasnya,” kata Sadewo.
Menurut dia, hubungan yang harmonis antara pekerja dan pengusaha menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan industri, sekaligus meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.
Ia mengatakan peringatan May Day 2026 di Banyumas mengusung tema "Kolaborasi untuk Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja". ‘Tema tersebut menegaskan bahwa momentum Hari Buruh tidak hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi, juga perayaan atas kontribusi pekerja," katanya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan sensus ekonomi memiliki peran strategis dalam memetakan potensi usaha, baik sektor formal maupun informal di daerah.
“Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting untuk mendapatkan gambaran riil kondisi ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia menilai data yang dihasilkan dari sensus tersebut akan membantu pemerintah dalam merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran, termasuk dalam pengembangan sektor industri dan perlindungan tenaga kerja.
Menurut dia, hasil sensus juga dapat digunakan untuk memperkuat daya saing daerah serta menarik investasi dengan dukungan data yang valid dan terpercaya.
Terkait dengan hal itu, ia mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan sensus ekonomi tersebut.
Dengan dukungan seluruh pihak,lanjutnya, Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan pada 1 Mei hingga 31 Juli diharapkan mampu menjadi landasan kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan inklusif.
“Kami berharap masyarakat dapat memberikan data yang jujur dan lengkap agar hasil sensus benar-benar mencerminkan kondisi sebenarnya,” kata Sadewo.
Baca juga: Pemkab Banyumas dorong kolaborasi pekerja dan pengusaha untuk majukan industri
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
