Purwokerto (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Banyumas memperkuat kemitraan kerja dengan petani dan mitra pengadaan sebagai langkah strategis menghadapi penyerapan gabah dan beras pada panen raya yang diperkirakan berlangsung Februari hingga April 2026.

Pemimpin Perum Bulog Kancab Banyumas Prawoko Setyo Aji di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu, mengatakan Bulog Banyumas telah mengumpulkan seluruh mitra kerja guna menyamakan persepsi serta menyiapkan komitmen penyerapan menjelang panen raya di wilayah kerjanya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

“Untuk persiapan penyerapan, kami sudah mengumpulkan seluruh mitra kerja. Ini penting untuk memastikan kesiapan mitra dalam menghadapi panen raya yang kemungkinan terjadi mulai pertengahan Februari hingga Maret-April,” katanya.

Ia mengakui saat ini panen masih terjadi secara terbatas dan bersifat spot-spot di sejumlah wilayah, sehingga sebagian besar hasil panen masih diserap pasar untuk memenuhi kebutuhan setelah tidak adanya panen pada Desember 2025.

Menurut dia, Bulog Banyumas tetap melakukan penyerapan sesuai target yang telah ditetapkan dengan menggandeng mitra kerja yang telah terdaftar, sembari membuka peluang penambahan mitra baru.

“Jumlah mitra tahun lalu sekitar 102 mitra. Tahun ini masih proses pendaftaran dan sangat memungkinkan bertambah, sehingga saluran penyerapan juga semakin luas,” katanya.

Ia mengatakan penambahan mitra kerja akan meningkatkan kapasitas penyerapan gabah dan beras petani sekaligus memperkuat kesiapan personel dan sarana pendukung di lapangan.

Dalam pelaksanaan penyerapan, Bulog Banyumas menerapkan harga beras Rp12.000 per kilogram dan gabah kering panen Rp6.500 per kilogram sesuai arahan Direktur Utama Perum Bulog, meskipun penugasan resmi dari pemerintah pusat masih dalam proses.

Terkait dengan hal itu, dia menegaskan seluruh mitra diwajibkan mengikuti ketentuan kualitas gabah sesuai usia panen serta proses verifikasi oleh petugas penyuluh lapangan agar penyerapan berjalan sesuai standar.

Selain itu, kata dia, mekanisme pembayaran kepada petani diarahkan secara transparan, baik melalui transaksi langsung maupun transfer melalui lembaga keuangan, guna melindungi petani dari praktik pinjaman yang merugikan.

Ia optimistis dengan dukungan dan penambahan mitra kerja, target penyerapan yang dilakukan Bulog Banyumas untuk tahun 2026 yang sebesar 78.000 ton dapat tercapai.

“Kami optimistis target penyerapan bisa tercapai seperti tahun sebelumnya, dengan dukungan mitra kerja yang semakin solid,” katanya menegaskan.

Prawoko mengatakan selain penyerapan reguler, Bulog Banyumas juga tetap menjalankan peran stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).


Baca juga: Menko Zulkifli pastikan KDMP Kaliori Banyumas dukung ekonomi kerakyatan