Peringatan Hari Stroke Sedunia di Kudus
Minggu, 10 November 2024 14:29 WIB
Direktur Utama Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus Pujianto saat mengikuti senam bersama pada peringatan Hari Stroke Sedunia di Alun-alun Kudus, Minggu (10/11/2024). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Kudus (ANTARA) - Peringatan Hari Stroke Sedunia di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diwarnai aksi peduli stroke dengan membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis, terutama untuk mengecek beberapa penyakit yang bisa menyebabkan terjadinya gejala stroke, Minggu.
"Selain membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis, kami juga menggandeng komunitas stroke Kudus untuk senam bersama sebagai upaya membiasakan pola hidup sehat dengan rutin berolahraga rutin," kata Direktur Utama Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus Pujianto di sela-sela peringatan Hari Stroke Sedunia di Alun-alun Kudus.
Ia juga mempersilakan masyarakat memanfaatkan layanan yang kami disediakan di Alun-alun Kudus untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kadar kolesterol darah.
Kegiatan lain yang dilakukan, yakni mengadakan lomba film pendek dengan tema Germas Stroke yang dibuka untuk umum, mulai dari penyintas stroke, mahasiswa, serta pelajar SMA.
"Rangkaian peringatan hari stroke merupakan salah satu wujud kampanye kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan, penanganan, perawatan, dan dukungan moril bagi penderita stroke," ujarnya.
Adanya peringatan hari stroke ini, diharapkan masyarakat lebih peduli menjaga kesehatan diri sehingga kualitas kesehatan meningkat, jumlah masyarakat yang mengalami serangan stroke semakin berkurang, dan para penderita stroke tetap dapat mencapai derajat kesehatan yang optimal meskipun dengan gejala sisa yang ditimbulkan dari penyakit tersebut.
Ia juga berkomitmen memberikan layanan yang cepat dan ramah pada kasus stroke dengan layanan unggulan yang dikemas dengan slogan stroke PaSTi (Penanganan Stroke Terintegrasi), yang mana layanannya dilakukan mulai dari sebelum, selama, dan setelah perawatan dari rumah sakit.
Masyarakat juga diajak untuk membiasakan pola hidup sehat, termasuk dalam hal makan agar tetap dijaga dengan asupan makanan yang mengandung gizi seimbang.
Dokter Spesialis Neurologi RS Mardi Rahayu Kristiana Margaretha mengungkapkan stroke merupakan urutan tiga di dunia yang mengakibatkan kematian, setelah jantung dan kanker.
Penyebabnya, kata dia, karena tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, alkohol, dan faktor usia.
"Faktor risiko terbanyak terjadinya stroke karena darah tinggi," ujarnya.
Upaya pencegahannya, yakni dengan slogan CERDIK (cek kesehatan berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stress), hingga tips mudah mengenali gejala dan tanda-tanda stroke dengan slogan SeGeRa ke rumah sakit (senyum tidak simetrik, gerak separuh tubuh melemah, bicara pelo, kebas, rabun, dan sakit kepala hebat yang terjadi secara tiba-tiba.
"Selain membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis, kami juga menggandeng komunitas stroke Kudus untuk senam bersama sebagai upaya membiasakan pola hidup sehat dengan rutin berolahraga rutin," kata Direktur Utama Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus Pujianto di sela-sela peringatan Hari Stroke Sedunia di Alun-alun Kudus.
Ia juga mempersilakan masyarakat memanfaatkan layanan yang kami disediakan di Alun-alun Kudus untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kadar kolesterol darah.
Kegiatan lain yang dilakukan, yakni mengadakan lomba film pendek dengan tema Germas Stroke yang dibuka untuk umum, mulai dari penyintas stroke, mahasiswa, serta pelajar SMA.
"Rangkaian peringatan hari stroke merupakan salah satu wujud kampanye kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan, penanganan, perawatan, dan dukungan moril bagi penderita stroke," ujarnya.
Adanya peringatan hari stroke ini, diharapkan masyarakat lebih peduli menjaga kesehatan diri sehingga kualitas kesehatan meningkat, jumlah masyarakat yang mengalami serangan stroke semakin berkurang, dan para penderita stroke tetap dapat mencapai derajat kesehatan yang optimal meskipun dengan gejala sisa yang ditimbulkan dari penyakit tersebut.
Ia juga berkomitmen memberikan layanan yang cepat dan ramah pada kasus stroke dengan layanan unggulan yang dikemas dengan slogan stroke PaSTi (Penanganan Stroke Terintegrasi), yang mana layanannya dilakukan mulai dari sebelum, selama, dan setelah perawatan dari rumah sakit.
Masyarakat juga diajak untuk membiasakan pola hidup sehat, termasuk dalam hal makan agar tetap dijaga dengan asupan makanan yang mengandung gizi seimbang.
Dokter Spesialis Neurologi RS Mardi Rahayu Kristiana Margaretha mengungkapkan stroke merupakan urutan tiga di dunia yang mengakibatkan kematian, setelah jantung dan kanker.
Penyebabnya, kata dia, karena tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, alkohol, dan faktor usia.
"Faktor risiko terbanyak terjadinya stroke karena darah tinggi," ujarnya.
Upaya pencegahannya, yakni dengan slogan CERDIK (cek kesehatan berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stress), hingga tips mudah mengenali gejala dan tanda-tanda stroke dengan slogan SeGeRa ke rumah sakit (senyum tidak simetrik, gerak separuh tubuh melemah, bicara pelo, kebas, rabun, dan sakit kepala hebat yang terjadi secara tiba-tiba.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Kudus menggelar apel kegawatdaruratan antisipasi kejadian luar biasa
12 February 2026 14:53 WIB
Polisi gelar lomba mobile legends tingkat pelajar untuk wadahi bakat terpendam siswa
12 February 2026 14:32 WIB
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB