Logo Header Antaranews Jateng

Kudus gencarkan pesantren kilat Ramadhan perkuat karakter siswa

Rabu, 4 Maret 2026 19:38 WIB
Image Print
Para siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, saat berbaris di halaman. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, kembali menggalakkan program pesantren kilat selama bulan Ramadhan sebagai upaya penguatan karakter siswa sekaligus mencegah aksi tawuran dan kegiatan negatif di kalangan pelajar.

"Program pesantren kilat memang perlu diintensifkan agar para siswa memiliki kegiatan positif selama bulan puasa, sehingga tidak lagi melakukan aksi tawuran antar-sesama," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris di Kudus, Rabu.

Menurut dia, penguatan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga. Karena itu selain menggencarkan pesantren kilat di sekolah-sekolah, pihaknya juga meminta para guru dan kepala sekolah untuk aktif memberikan imbauan serta berkoordinasi dengan orang tua siswa.

Hal tersebut menyusul adanya sejumlah kasus perkelahian pelajar yang sempat ditangani aparat kepolisian.

"Kita lakukan pembinaan-pembinaan. Kita juga introspeksi kepada kepala sekolah dan bapak-ibu guru untuk ikut memberikan imbauan kepada anak-anak, termasuk berkoordinasi dengan orang tua agar tidak terjadi lagi perkelahian atau kegiatan negatif lainnya," kata Bupati Sam'ani.

Pelaksanaan pesantren kilat untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dijadwalkan pada 9–14 Maret 2026 dan diikuti secara serentak oleh 421 SD negeri maupun swasta di Kabupaten Kudus.

Sementara itu untuk jenjang SMP jadwal pelaksanaan menyusul, meskipun ada sekolah yang lebih dahulu melaksanakan, termasuk dengan melaksanakan kegiatan di pondok pesantren.

Adapun materi yang diberikan meliputi tadarus Al Quran, Shalat Dhuha, serta penyampaian materi keagamaan terkait rukun iman, puasa, dan pahala beribadah di bulan Ramadhan.

Untuk siswa SD kelas bawah, materi mengaji difokuskan pada surat At-Takasur hingga An-Nas, sedangkan kelas atas membaca mulai surat Ad-Dhuha hingga An-Nas.

Beberapa sekolah bahkan menggandeng pondok pesantren sebagai lokasi pelaksanaan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam kepada para siswa.

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris juga meninjau langsung pelaksanaan pesantren kilat di SDN 2 Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kudus. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pengecekan kegiatan di bawah Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus selama bulan Ramadhan.

Dalam peninjauan itu pihaknya mendorong agar program pesantren kilat dilaksanakan secara optimal di seluruh jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Kudus sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan, serta menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam membimbing anak-anak agar tidak salah dalam pergaulan.



Baca juga: Pemkab Kudus minta peternak waspadai penyebaran virus PMK



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026