Logo Header Antaranews Jateng

DPR bersama Pertamina sidak ketersediaan elpiji 3 kilogram di Kudus

Rabu, 4 Maret 2026 19:41 WIB
Image Print
Anggota Komisi XII DPR Jamaludin Malik bersama PT Pertamina Patra Niaga, Dinas Perdagangan, dan Polres Kudus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan elpiji 3 kilogram di salah satu pangkalan di Jalan Bhakti Kudus, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus, Jawa Tengah (ANTARA) - Anggota Komisi XII DPR Jamaludin Malik bersama PT Pertamina Patra Niaga, Dinas Perdagangan, dan Polres Kudus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Sidak dilakukan di dua lokasi, yakni pangkalan elpiji 3 kg di Desa Kradenan dan di Jalan Bhakti, Desa Burikan, Kecamatan Kota, Kudus, Rabu.

"Hasil dari dua lokasi, tidak ditemukan adanya kelangkaan elpiji 3 kg," ujar Jamaludin di sela sidak yang turut dihadiri Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility (CSR) Jawa Bagian Tengah Pertamina Patra Niaga Taufiq Kurniawan, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo, serta Plt Kepala Dinas Perdagangan Kudus Eko Hari Djatmiko.

Menurut Jamaludin, kegiatan tersebut merupakan respons atas banyaknya aduan masyarakat terkait dugaan kelangkaan gas elpiji 3 kg menjelang dan selama Ramadhan.

Namun, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, pasokan dalam kondisi aman.

Ia menjelaskan peningkatan kebutuhan terjadi karena banyaknya pedagang takjil dan pelaku UMKM yang mengalami lonjakan aktivitas selama Ramadhan.

Awalnya, sehari dua tabung, sekarang bisa jadi tiga tabung karena peningkatan konsumsi.

Selain mengecek ketersediaan, rombongan juga melakukan pengecekan timbangan dan harga jual.

Dari hasil pantauan, berat tabung sesuai standar dan harga jual di pangkalan sebesar Rp18.000 per tabung atau sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Meski demikian, Jamaludin tidak menutup kemungkinan adanya oknum yang melakukan pelanggaran di tempat lain, sehingga pihaknya berniat sidak lanjutan secara acak untuk memastikan distribusi berjalan normal.

Ia juga mengimbau masyarakat mampu agar tidak membeli elpiji nonsubsidi, supaya jatah subsidi benar-benar untuk masyarakat yang berhak.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo menambahkan secara distribusi pasokan elpiji di Kudus berjalan lancar dan belum ada keluhan resmi yang masuk terkait kelangkaan atau lonjakan harga.

Namun, pihaknya sebelumnya sempat mengungkap praktik penyuntikan gas dari tabung 3 kg ke tabung 12 kg menjelang Ramadhan. Kasus tersebut kini memasuki tahap penyidikan.

Sementara itu, Taufiq Kurniawan mengapresiasi langkah Komisi XII DPR RI dan unsur pemerintah daerah yang turun langsung ke lapangan, karena menunjukkan kehadiran negara dalam memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi.

Ia mengungkapkan Pertamina telah melakukan penambahan pasokan secara bertahap.

Pada 17-18 Februari 2026 menjelang puasa dan saat momentum Imlek, tambahan sekitar 35.000 tabung dialokasikan untuk Kota Kudus di luar pasokan normal.

Selanjutnya, pada minggu pertama hingga minggu ketiga Ramadhan ditambah lagi sekitar 33.000 hingga 34.000 tabung.

"Pasokan di Kudus relatif normal karena infrastrukturnya memadai. Kami pastikan stok aman hingga Lebaran," ujarnya.

Taufiq mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak melakukan penimbunan.

Pihaknya juga menyarankan pembelian dilakukan di pangkalan resmi terdekat agar mendapatkan harga sesuai HET.

Jika ditemukan harga jauh di atas HET, masyarakat diminta tidak membeli agar tidak memicu spekulasi harga.

Salah satu pemilik pangkalan elpiji 3 kg di Jalan Bhakti Kudus Imran Syafroni mengakui adanya tambahan pasokan selama Ramadhan.

Biasanya menerima 200-an tabung per pekan, kini mendapat tambahan sekitar 20 tabung. Sementara harga jual sebesar Rp18.000 per tabung.



Baca juga: Kudus gencarkan pesantren kilat Ramadhan perkuat karakter siswa



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026