Logo Header Antaranews Jateng

Penerima PBI JKN di Kabupaten Blora mencapai 370.577 jiwa

Jumat, 20 Februari 2026 13:27 WIB
Image Print
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Luluk Kusuma Agung Ariadi. ANTARA/Gunawan

Blora (ANTARA) - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mencatat jumlah penerima bantuan iuran (PBI) dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Blora pada 2025 mencapai 370.577 jiwa.

"Namun, dari jumlah peserta JKN PBI tersebut sebanyak 30.340 peserta berstatus nonaktif," kata Kepala Dinsos P3A Blora Luluk Kusuma Agung Ariadi di Blora, Jumat.

Ia mengatakan status nonaktif umumnya disebabkan ketidaksesuaian data kependudukan, perpindahan segmen kepesertaan, peserta meninggal dunia, maupun hasil verifikasi dan validasi data sosial ekonomi.

Menurut dia program PBI JKN merupakan skema jaminan kesehatan dengan iuran yang dibayarkan pemerintah bagi masyarakat kurang mampu. Peserta berhak memperoleh layanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rujukan sesuai ketentuan.

"Dengan masih adanya 30.340 peserta nonaktif, pemerintah daerah didorong terus melakukan pembaruan dan sinkronisasi data agar masyarakat yang benar-benar berhak tetap terlindungi," ujarnya.

Masyarakat juga diimbau memastikan data kependudukan, terutama Nomor Induk Kependudukan (NIK), dalam kondisi valid dan aktif agar tidak terkendala saat mengakses layanan kesehatan.

Dinsos P3A Blora mulai menerapkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sejak Maret-Mei 2025 untuk menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) guna meningkatkan akurasi dan ketepatan sasaran bantuan sosial.

Luluk menyebutkan akumulasi Desil 1–5 pada 2025 tercatat sebanyak 176.476 keluarga atau 488.179 jiwa. Rinciannya, Desil 1 sebanyak 44.741 keluarga (115.298 jiwa), Desil 2 sebanyak 41.906 keluarga (116.788 jiwa), Desil 3 sebanyak 30.312 keluarga (87.768 jiwa), Desil 4 sebanyak 27.460 keluarga (77.256 jiwa), dan Desil 5 sebanyak 32.057 keluarga (91.069 jiwa).

Sementara itu, rekap awal DTSEN per Maret 2025 mencatat total 330.664 keluarga atau 928.495 jiwa, dengan mayoritas masih berada pada kelompok desil bawah dan menengah.

"Data tersebut diharapkan menjadi dasar perencanaan dan evaluasi kebijakan perlindungan sosial agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan berkeadilan," ujarnya.

Sementara, tingkat keaktifan peserta JKN di Kabupaten Blora per Januari 2026 tercatat 68 persen, masih di bawah target RPJMN 2025–2029 sebesar 80 persen.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Blora Mulianto menyebut cakupan kepesertaan telah mencapai 96,8 persen.

Namun, angka tersebut belum memenuhi target Universal Health Coverage (UHC) 2025 sebesar 98,6 persen sesuai Perpres Nomor 12 Tahun 2025. Blora masih memiliki selisih sekitar 12 persen untuk target keaktifan dan 1,8 persen untuk target cakupan.

"Adapun rincian peserta JKN di Blora meliputi PBI JKN sebanyak 371.364 jiwa, PBPU Pemda 62.381 jiwa, PPU swasta 81.140 jiwa, PPU negeri 55.028 jiwa, serta PBPU dan Bukan Pekerja (mandiri) 74.330 jiwa," ujarnya.

BPJS Kesehatan bersama Pemerintah Kabupaten Blora terus mendorong peningkatan keaktifan peserta agar manfaat JKN dapat dirasakan masyarakat secara merata.


Baca juga: BPJS Kesehatan : Keaktifan peserta JKN di Blora capai 68 persen



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026