Masukan Ditjen Pendidikan Islam sempurnakan Sisdalak P5RA
Selasa, 22 Oktober 2024 10:32 WIB
Kakanwil Kemenag Provinsi Jateng Musta'in Ahmad hadir di Ruang Pertemuan Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI bersama Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Abu Rokhmad, serta Direktur, Kabiro dan Kasubdit Bidang Pendidikan Madrasah, Jumat (18/10/2024). Dok. Kemenag Jateng
Semarang (ANTARA) - Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jateng Musta'in Ahmad hadir di Ruang Pertemuan Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI.
Bersama tim efektifnya, Kakanwil menyampaikan progres penyusunan Sistem Pengendalian Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan lil Alamin (Siadalak P5RA) di hadapan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Abu Rokhmad, serta Direktur, Kabiro, dan Kasubdit Bidang Pendidikan Madrasah, Jumat (18/10/2024).
Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Pendidikan Madrasah, Abdul Basit minta untuk dilihat kembali sisi implementasi, yang rata-rata mengejar output, terutama di prakarya atau kewirausahaan.
“Padahal yang diutamakan di proses bukan output. Karena P5RA adalah bagian dari mewujudkan visi pelajar Pancasila, dan output-nya adalah karakter peserta didik,” ucap Abdul Basit.
Kepala Biro Hukum dan KLN, Imam Syaukan memberikan arahan bahwa menurutnya tidak ada persoalan terkait produk tersebut (Sisdalak P5RA), tetapi problemnya adalah dalam proses pelaksanaan nantinya. “Bagaimana bisa diperkuat lagi untuk implementasinya,” jelas Imam Syaukan.
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI mengapresiasi gagasan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah. Pertama tentang sistem pelaksanaan P5RA, yang kedua P5RA adalah sesuatu yang baru dan masih akan melewati proses trial and error.
“Saya setuju untuk memberikan panduan dan pedoman agar P5RA sesuai maksud dan tujuannya. Pertama konten Sisdalak harus rapi, substantif dan mendukung P5. Kemudian apabila belum jelas arahnya, saya minta kepada para penggagas untuk mengembalikan pada khittah awal P5,” kata Prof. Abu.
Bagaimanapun juga, secara konten P5 kurang lebih mengarah seperti pada P4, meskipun bukan P4. Untuk itu bagaimana mengarahkan kepada anak-anak agar memiliki jiwa Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan cara baru.
Kesimpulan dari diskusi ini, antara lain, Sisdalak P5RA memiliki arti penting dalam membantu madrasah agar terlaksana sesuai dengan tujuan dan panduan. P5RA menjadi salah satu bagian penting dalam mewujudkan generasi muda yang Pancasilais dan moderat.
Pelaksanaan uji coba Sisdalak P5RA akan dilakukan dalam tiga tahapan;
1. Sisdalak tahun 2024 sudah bisa diujicobakan di Kota Surakarta;
2. Sisdalak tahun 2025 sudah bisa dilaksanakan di madrasah Provinsi Jawa Tengah;
3. Sisdalak tahun 2026 sudah bisa dilaksanakan madrasah di seluruh Indonesia dengan Keputusan Menteri Agama. ***
Bersama tim efektifnya, Kakanwil menyampaikan progres penyusunan Sistem Pengendalian Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan lil Alamin (Siadalak P5RA) di hadapan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Abu Rokhmad, serta Direktur, Kabiro, dan Kasubdit Bidang Pendidikan Madrasah, Jumat (18/10/2024).
Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Pendidikan Madrasah, Abdul Basit minta untuk dilihat kembali sisi implementasi, yang rata-rata mengejar output, terutama di prakarya atau kewirausahaan.
“Padahal yang diutamakan di proses bukan output. Karena P5RA adalah bagian dari mewujudkan visi pelajar Pancasila, dan output-nya adalah karakter peserta didik,” ucap Abdul Basit.
Kepala Biro Hukum dan KLN, Imam Syaukan memberikan arahan bahwa menurutnya tidak ada persoalan terkait produk tersebut (Sisdalak P5RA), tetapi problemnya adalah dalam proses pelaksanaan nantinya. “Bagaimana bisa diperkuat lagi untuk implementasinya,” jelas Imam Syaukan.
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI mengapresiasi gagasan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah. Pertama tentang sistem pelaksanaan P5RA, yang kedua P5RA adalah sesuatu yang baru dan masih akan melewati proses trial and error.
“Saya setuju untuk memberikan panduan dan pedoman agar P5RA sesuai maksud dan tujuannya. Pertama konten Sisdalak harus rapi, substantif dan mendukung P5. Kemudian apabila belum jelas arahnya, saya minta kepada para penggagas untuk mengembalikan pada khittah awal P5,” kata Prof. Abu.
Bagaimanapun juga, secara konten P5 kurang lebih mengarah seperti pada P4, meskipun bukan P4. Untuk itu bagaimana mengarahkan kepada anak-anak agar memiliki jiwa Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan cara baru.
Kesimpulan dari diskusi ini, antara lain, Sisdalak P5RA memiliki arti penting dalam membantu madrasah agar terlaksana sesuai dengan tujuan dan panduan. P5RA menjadi salah satu bagian penting dalam mewujudkan generasi muda yang Pancasilais dan moderat.
Pelaksanaan uji coba Sisdalak P5RA akan dilakukan dalam tiga tahapan;
1. Sisdalak tahun 2024 sudah bisa diujicobakan di Kota Surakarta;
2. Sisdalak tahun 2025 sudah bisa dilaksanakan di madrasah Provinsi Jawa Tengah;
3. Sisdalak tahun 2026 sudah bisa dilaksanakan madrasah di seluruh Indonesia dengan Keputusan Menteri Agama. ***
Pewarta : Nur Istibsaroh/ksm
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur pastikan korban tanah gerak di Desa Padasari Tegal dapat hunian tetap
06 February 2026 21:31 WIB
Jateng tetapkan pariwisata-ekonomi halal berbasis syariah prioritas pembangunan 2027
06 February 2026 18:43 WIB
Wapres Gibran dan Gubernur Jateng kunjungi pengungsi korban tanah gerak di Tegal
06 February 2026 14:06 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS dorong transformasi pembelajaran digital melalui workshop Brisk AI di MIM Ngancar
06 February 2026 16:57 WIB
Inovasi Hydrozea dari mahasiswa Teknik Kimia UMS, hidrogel ramah lingkungan dari limbah kulit jagung
05 February 2026 15:26 WIB
Disdikpora Kudus minta siswa SD-SMP ikuti tes kompetensi akademik Kemendikdasmen
04 February 2026 19:39 WIB
Mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS dorong literasi digital di MTs Muhammadiyah 5 Jumantono
04 February 2026 15:02 WIB