
KONI Jateng jaga atlet potensial tidak pindah daerah

Temanggung (ANTARA) - Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Tengah Budi Santoso menyampaikan pihaknya menjaga atlet potensial agar tidak berpindah ke daerah lain dengan memperkuat sistem pembinaan dan kesejahteraan atlet.
Ia di Temanggung, Sabtu, menyampaikan Jawa Tengah secara umum terus berupaya meningkatkan prestasi olahraga dengan memperkuat pembinaan sumber daya manusia olahraga, mulai dari atlet usia dini hingga atlet berprestasi.
Ia menyampaikan hal tersebut usai mengukuhkan dan melantik jajaran pengurus KONI Kabupaten Temanggung masa bakti 2025–2029.
Menurut dia, Jawa Tengah mampu kembali menembus peringkat tiga besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang, sekaligus menyiapkan diri menjadi tuan rumah PON 2032.
Ia menyampaikan Kabupaten Temanggung juga memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga, meskipun prestasi kabupaten ini di ajang Porprov masih berada di peringkat 22 besar.
"Melihat potensi wilayah, jumlah penduduk, serta pembinaan atlet usia dini dinilai masih sangat memungkinkan untuk ditingkatkan," katanya.
Ia optimistis di bawah kepemimpinan Ketua KONI Temanggung yang baru, sinergi dengan pemerintah daerah, DPRD, serta dunia usaha dapat memperkuat pembinaan olahraga.
"Kolaborasi tiga pilar tersebut menjadi kunci peningkatan prestasi olahraga daerah," katanya.
Ketua KONI Kabupaten Temanggung Tunggul Purnomo menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam pembangunan olahraga. Ia menilai olahraga harus menjadi bagian integral pembangunan daerah, bukan sekadar kegiatan kompetisi semata.
"Olahraga merupakan bagian penting pembangunan daerah. Karena itu, diperlukan dukungan seluruh stakeholder agar pembinaan atlet bisa berjalan maksimal," katanya.
Ia menargetkan peningkatan peringkat Temanggung pada Porprov Jawa Tengah 2026. Capaian realistis yang ingin diraih adalah memperbaiki posisi dari peringkat 22 menjadi minimal peringkat 20.
Meski demikian, ia mengakui tantangan pembinaan olahraga di daerah hampir sama, terutama terkait keterbatasan anggaran. Kondisi efisiensi anggaran yang terjadi secara nasional turut berdampak pada pembinaan atlet di berbagai daerah.
"Kondisi anggaran hampir sama di semua daerah, namun kami tetap berupaya melakukan pembinaan secara optimal agar prestasi olahraga Temanggung terus meningkat," katanya.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
