
Moda transportasi Trans Jateng sudah layani 45,54 juta penumpang

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebutkan bahwa moda transportasi massal Trans Jateng sejak dioperasikan pada 2017 hingga 2025 telah melayani sebanyak 45.542.727 penumpang.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jateng Arief Djatmiko di Semarang, Jumat, mengatakan jumlah penumpang pada 2025 tercatat sebanyak 10.240.745 orang.
Menurut dia, capaian tersebut tidak lepas dari kebijakan pemangkasan ongkos atau tarif Trans Jateng bagi buruh, pelajar, dan veteran menjadi Rp1.000.
Ia mengatakan kinerja Trans Jateng kian impresif, terlihat dari "load factor" penumpang yang mencapai lebih dari 110 persen, sedangkan jumlah pengguna transaksi nontunai meningkat menjadi 8,72 persen.
Seiring perkembangan zaman, metode pembayaran nontunai kian digemari yang ditunjukkan dengan catatan penggunaan kanal "cashless" meningkat menjadi 8,72 persen pada 2025.
Angka tersebut didominasi pembayaran melalui QRIS sebesar 5,98 persen, metode tapping 2,41 persen, serta aplikasi Si Anteng 0,34 persen.
Sementara pengguna pembayaran nontunai paling banyak berasal dari penumpang umum sebesar 62,06 persen, disusul pelajar 23,68 persen, buruh 7,28 persen, lansia 6,23 persen, difabel 0,13 persen dan veteran 0,02 persen.
Selain layanan reguler, Trans Jateng juga melayani kegiatan edutrip atau tur pelajar, lanjut dia, tercatat sepanjang 2025, tercatat 11.409 perjalanan edukasi di tujuh koridor.
Ia menyebutkan saat ini terdapat 566 petugas yang melayani penumpang di tujuh koridor, dan 41,70 persen di antaranya berasal dari keluarga prasejahtera.
Berkaca dari capaian tersebut, Dishub Jateng melakukan evaluasi kinerja dan memberikan penghargaan kepada petugas Trans Jateng, yang menunjukkan dedikasi tinggi dalam pelayanan, yakni sebanyak 33 kru Trans Jateng memperoleh predikat terbaik.
Pelayanan berkualitas merupakan elemen penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi, serta membangun kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah.
"Melalui evaluasi ini, kita dapat terus berbenah dan menghadirkan inovasi pelayanan yang lebih baik," katanya.
Ditambahkan, penilaian dilakukan secara komprehensif terhadap berbagai kategori petugas, meliputi petugas administrasi, timer, petugas pengawas perjalanan angkutan (PPA), serta pramujasa.
"Penilaian didasarkan pada indikator kinerja sesuai tugas pokok dan fungsi, kedisiplinan, serta capaian pelayanan, termasuk peningkatan penggunaan transaksi nontunai (cashless)," katanya.
Baca juga: Pemkot Semarang perkuat komitmen pengelolaan sampah berbasis komunitas
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
