Logo Header Antaranews Jateng

Menag tanggapi nasib guru swasta dan madrasah di Pondok Pesantren API Tegalrejo

Sabtu, 7 Februari 2026 05:49 WIB
Image Print
Menteri Agama KH Nasaruddin Umar menanggapi pertanyaan wartawan di Magelang, Jumat (6/2/2026). ANTARA/Heru Suyitno

Magelang (ANTARA) - Menteri Agama KH Nasaruddin Umar mengunjungi Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, untuk menyerap langsung aspirasi para pengasuh pesantren serta tenaga pendidik swasta dan madrasah.

Nasaruddin di Magelang, Jumat, menegaskan pentingnya silaturahim dan sikap tawadhu kepada para kiai sebagai bagian dari upaya membangun pendidikan keagamaan yang lebih baik.

"Kami datang ke pondok pesantren ingin bertawadhu, berjumpa langsung dengan pimpinan, mendengarkan keluhan-keluhan dan saran-saran mereka. Ternyata banyak sekali manfaatnya," katanya.

Menurutnya, kunjungan langsung ke pesantren memberikan gambaran nyata kondisi di lapangan.

"Kami bisa menyaksikan sendiri, mendengarkan sendiri, sekaligus memberikan pesan-pesan langsung kepada para kiai. Mudah-mudahan ada berkahnya," katanya.

Menag juga menanggapi persoalan guru honorer madrasah yang kembali disuarakan para pengasuh pesantren.

Ia menyebut, persoalan tersebut tidak hanya terjadi di satu daerah, melainkan hampir merata di berbagai wilayah Indonesia.

"Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang memiliki perhatian besar untuk menyelesaikan persoalan ini. Namun tentu tidak bisa sekaligus, karena jumlah guru honorer di bawah Kementerian Agama mencapai sekitar 700.000 hingga hampir 800.000 orang. Kalau diselesaikan sekaligus, itu bisa menghabiskan separuh anggaran Kementerian Agama," katanya.

Ia menegaskan, Kemenag terus berjuang mencari solusi dengan dukungan DPR dan Presiden, meski tetap harus mempertimbangkan keterbatasan anggaran negara.

Ia mencontohkan sejumlah kemajuan yang telah dilakukan, seperti penguatan struktur kelembagaan pesantren dan peningkatan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG).

"Sebelumnya pesantren hanya ditangani oleh satu direktur, sekarang sudah menjadi direktorat jenderal. Kuota PPG juga meningkat hingga 700 persen setiap tahun. Untuk pengangkatan guru, kami cicil sedikit demi sedikit dan insyaallah ke depan bisa lebih banyak lagi," katanya.

Ia menyoroti perbedaan karakter pendidikan di Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Di Kemendikdasmen, 95 persen sekolahnya negeri. Sementara di Kementerian Agama, 95 persen itu swasta dan hanya 5 persen negeri. Ini yang membuat tantangannya berbeda," katanya.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat untuk tidak membedakan antara pesantren dan sekolah umum.

"Sama-sama anak rakyat kok. Ya, cuma nanti ada tahapan-tahapan, insyaa Sllah akan ada," katanya.

Baca juga: Wagub Jateng: Pondok pesantren berperan strategis gerakkan kemandirian ekonomi



Pewarta :
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026