
Wagub Jateng: Pondok pesantren berperan strategis gerakkan kemandirian ekonomi

Semarang (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen menyebut pondok pesantren memiliki peran strategis sebagai penggerak kemandirian ekonomi daerah.
"Santri jangan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga harus memberikan teladan dalam mengembangkan perekonomian dan kesejahteraan di lingkungan pondok pesantren," kata Taj Yasin saat mengunjungi Pondok Pesantren Manba'u Hikmah Kaliwungu di Kendal, Minggu.
Selain belajar ilmu agama, kata dia, para santri di pondok pesantren didorong belajar wirausaha, sehingga mampu mengembangkan perekonomian pesantren.
Ia menuturkan pesantren memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai pusat ilmu agama, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi dan kesejahteraan.
Ia menegaskan perhatian pemerintah terhadap pesantren saat ini berada di level yang sangat baik, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga pusat.
Dalam kesempatan itu, Taj Yasin juga meresmikan gedung SMA Manba'ul Hikmah sebagai bentuk dukungan terhadap integrasi pendidikan agama dan umum.
Salah seorang santriwati Ponpes Manba’ul Hikmah Kaliwungu, Wafiq Salma mengaku mendapatkan perhatian nyata melalui program Bisyarah dari Pemprov Jawa Tengah.
Mahasiswi Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) itu menjadi salah satu penerima program Bisyarah bagi penghafal Quran dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Bantuan tersebut, menurut dia, bukan sekadar materi, melainkan bentuk pengakuan nyata atas perjuangannya menjaga ayat-ayat suci.
Ia menyebut perhatian pemerintah menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi para santri untuk tetap istiqamah menghafalkan Quran.
Baca juga: Alfamart salurkan bantuan harian untuk warga terdampak banjir di Kendal
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
