
Menkes ajak lari disabilitas pada BTN Run for Disabilities di Solo

Solo (ANTARA) - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengajak berlari penyandang disabilitas pada BTN Run for Disabilities di Solo, Jawa Tengah, Solo.
Pada acara yang diselenggarakan di Stadion Manahan Solo tersebut Budi berkesempatan menjadi pendamping salah satu pelari yang menderita low vision. Keduanya berlari-lari memutari lapangan bersama dengan para pelari lain, termasuk Direktur BTN Setiyo Wibowo yang juga menjadi pendamping bagi pelari disabilitas lain.
Terkait kegiatan tersebut, ia memberikan apresiasi terhadap keterlibatan pihak swasta yang telah terlibat dalam pemberdayaan para penyandang disabilitas.
“Di BTN Run di sini mendorong agar aktivitas fisik bagi seluruh warga apalagi yang makin usianya lanjut itu digerakkan. Termasuk kaum disabilitas karena disabilitas kan harus mendapatkan hak pelayanan kesehatan, layanan pendidikan, pekerjaan yang sama, karena mereka masyarakat kita juga saudara-saudara kita,” katanya.
Ia mengatakan kegiatan tersebut tidak bisa dilakukan hanya dalam bentuk program pemerintah mengingat jangkauannya yang luas tetapi juga perlu adanya keterlibatan pihak lain.
“Jangkauannya kan luas sekali. Kita bikin program lari harus jadi gerakan di mana setiap masyarakat merasakan ini adalah tugas dari dia atau kemauannya dia sendiri,” katanya.
Direktur BTN Setiyo Wibowo mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian menuju Jakarta International Maraton (JIM) yang akan digelar Juni 2026.
“Diharapkan melalui kegiatan ini mampu membangkitkan semangat kita bersama kaum disabilitas bahwa kita bisa berlari bersama, dan ini merupakan kegiatan menuju JIM,” katanya.
Sementara itu, kegiatan bertajuk BTN Run for Disabilities, Run for Inclusivity (Road to BTN Jakim) ini melibatkan sejumlah atlet dari National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) dan beberapa komunitas lari di Kota Solo. Terkait hal itu, Wasekjen NPC Indonesia Rima Ferdianto berharap akan makin banyak even-even serupa yang melibatkan kaum disabilitas.
“Harapannya ke depan kesadaran terhadap disabilitas meningkat dari Sabang sampai Merauke. Selain itu, para orang tua juga mulai terbuka karena ternyata perhatian negara terhadap penyandang disabilitas 100 persen,” katanya.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan selama ini pemerintah daerah berkomitmen terus memperkuat Solo sebagai kota inklusif.
Ia berharap ke depan makin banyak kegiatan serupa yang melibatkan kaum disabilitas yang diselenggarakan di Kota Solo.
“Dengan makin banyaknya event lari yang juga membuka kelas disabilitas maka akan mencanangkan Solo sebagai kota inklusif,” katanya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
