Kudus (ANTARA) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berhasil membukukan laba selama tahun 2021 sebesar Rp4,02 miliar atau melampaui target yang dibebankan selama setahun sebesar Rp4 miliar.

"Target laba PDAM Kudus pada tahun 2021 memang bisa terlampaui, namun belum diimbangi dengan penambahan pelanggan karena belum sesuai target," kata Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Muria Yan Laksmana di Kudus, Rabu.

Ia mengungkapkan perolehan laba sebesar Rp4,02 miliar belum diaudit dan masih menunggu hasil audit, meskipun perbedaannya biasanya tidak terlalu signifikan.

Terkait penambahan pelanggan yang belum sesuai target disebabkan karena tersedianya sumber mata air yang memadai serta tersedianya sarana penyediaan air bersih melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang bersumber dari pemerintah daerah maupun pusat.

Akhirnya, dari target penambahan pelanggan selama 2021 sebanyak 3.500 orang, hingga akhir tahun hanya terealisasi 2.300 pelanggan baru.

Sementara target penambahan pelanggan baru pada tahun 2022 ditetapkan sebanyak 2.900 pelanggan.

Upaya untuk memenuhi target pelanggan baru tersebut, PDAM Kudus mengandalkan beberapa program, di antaranya program air bersih untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), kemudian promo harga pada momen hari Kemerdekaan Indonesia dan hari ulang tahun PDAM Tirta Muria.

PDAM juga melayani layanan satu hari bisa mengerjakan penyambungan jaringan pipa PDAM ke sambungan rumah dari jarak saluran 20 hingga 30 meter.

Jumlah pelanggan PDAM Tirta Muria Kudus hingga kini sebanyak 50.000 pelanggan yang tersebar di sembilan kecamatan.