Pasien sembuh COVID-19 di Purbalingga 5.128 orang
Selasa, 4 Mei 2021 4:27 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Hanung Wikantono (ANTARA/HO - Humas Purbalingga)
Purbalingga (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menginformasikan jumlah pasien terkonfirmasi COVID-19 di wilayah setempat yang telah dinyatakan sembuh hingga 3 Mei 2021 mencapai 5.128 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Hanung Wikantono di Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (3/5) menjelaskan menurut data terbaru jumlah total kasus terkonfirmasi COVID-19 di wilayah itu sebanyak 5.501 dan 5.128 di antaranya telah dinyatakan sembuh, 243 meninggal dunia, 105 orang melakukan isolasi mandiri dan 25 orang lainnya masih dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan.
Terkait dengan data tersebut, dia mengingatkan bahwa hingga saat ini pandemi COVID-19 masih berlangsung sehingga masyarakat masih harus disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Baca juga: Bupati Purbalingga ajak masyarakat terus disiplin protokol kesehatan
"Masyarakat masih harus menerapkan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas," katanya.
Dia menambahkan pihaknya juga masih akan terus melakukan pendataan secara berkala guna mendapat gambaran mengenai perkembangan penanganan COVID-19 di wilayah itu.
"Perkembangan terkini kasus COVID-19 di wilayah Purbalingga terus kami perbarui secara berkala dan kami informasikan kepada masyarakat," katanya.
Dia juga mengatakan pihaknya masih akan terus menggencarkan sejumlah upaya untuk mempercepat penanganan COVID-19, termasuk program vaksinasi.
"Upaya penanganan COVID-19 terus dilakukan sambil menjalankan program vaksinasi yang berlangsung dengan lancar hingga saat ini," katanya.
Berbagai upaya tersebut, kata dia, makin digencarkan selama Bulan Ramadhan 2021.
Sementara itu, pihaknya juga kembali mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat program Jogo Tonggo selama Bulan Ramadhan melalui upaya saling menjaga tetangga secara bersama-sama guna mencegah penyebaran COVID-19.
"Program Jogo Tonggo perlu diperkuat karena masyarakat termasuk garda terdepan dalam percepatan penanganan COVID-19," katanya.
Dia mencontohkan, melalui program tersebut warga bisa saling menjaga kekompakan saat ada pemudik yang baru datang dari luar kota.
"Misalkan ada tetangga baru bepergian dari luar kota atau pendatang yang baru masuk ke Purbalingga, maka warga harus bersama-sama memberikan edukasi terkait protokol kesehatan agar yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri atau melakukan tes pemeriksaan COVID-19," katanya.
Dia mengatakan upaya penanganan COVID-19 akan makin optimal bila ada peran aktif dari seluruh masyarakat.
Baca juga: Bupati Purbalingga ajak warga tingkatkan kesiapsiagaan bencana
Baca juga: Purbalingga berkomitmen kuat kembangkan UMKM lokal
Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Hanung Wikantono di Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (3/5) menjelaskan menurut data terbaru jumlah total kasus terkonfirmasi COVID-19 di wilayah itu sebanyak 5.501 dan 5.128 di antaranya telah dinyatakan sembuh, 243 meninggal dunia, 105 orang melakukan isolasi mandiri dan 25 orang lainnya masih dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan.
Terkait dengan data tersebut, dia mengingatkan bahwa hingga saat ini pandemi COVID-19 masih berlangsung sehingga masyarakat masih harus disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Baca juga: Bupati Purbalingga ajak masyarakat terus disiplin protokol kesehatan
"Masyarakat masih harus menerapkan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas," katanya.
Dia menambahkan pihaknya juga masih akan terus melakukan pendataan secara berkala guna mendapat gambaran mengenai perkembangan penanganan COVID-19 di wilayah itu.
"Perkembangan terkini kasus COVID-19 di wilayah Purbalingga terus kami perbarui secara berkala dan kami informasikan kepada masyarakat," katanya.
Dia juga mengatakan pihaknya masih akan terus menggencarkan sejumlah upaya untuk mempercepat penanganan COVID-19, termasuk program vaksinasi.
"Upaya penanganan COVID-19 terus dilakukan sambil menjalankan program vaksinasi yang berlangsung dengan lancar hingga saat ini," katanya.
Berbagai upaya tersebut, kata dia, makin digencarkan selama Bulan Ramadhan 2021.
Sementara itu, pihaknya juga kembali mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat program Jogo Tonggo selama Bulan Ramadhan melalui upaya saling menjaga tetangga secara bersama-sama guna mencegah penyebaran COVID-19.
"Program Jogo Tonggo perlu diperkuat karena masyarakat termasuk garda terdepan dalam percepatan penanganan COVID-19," katanya.
Dia mencontohkan, melalui program tersebut warga bisa saling menjaga kekompakan saat ada pemudik yang baru datang dari luar kota.
"Misalkan ada tetangga baru bepergian dari luar kota atau pendatang yang baru masuk ke Purbalingga, maka warga harus bersama-sama memberikan edukasi terkait protokol kesehatan agar yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri atau melakukan tes pemeriksaan COVID-19," katanya.
Dia mengatakan upaya penanganan COVID-19 akan makin optimal bila ada peran aktif dari seluruh masyarakat.
Baca juga: Bupati Purbalingga ajak warga tingkatkan kesiapsiagaan bencana
Baca juga: Purbalingga berkomitmen kuat kembangkan UMKM lokal
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPBD Purbalingga kerahkan alat berat percepat pemulihan infrastruktur pascabencana
29 January 2026 16:14 WIB
Polisi gelar pelayanan kesehatan gratis dan pemulihan trauma anak-anak korban banjir Purbalingga
25 January 2026 10:34 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB