Luas tanaman tembakau di Temanggung turun 4.600 hektare
Senin, 13 Juli 2020 8:49 WIB
Arel tanaman tembakau di Kabupaten Temanggung tahun ini turun sekitar 4.600 hektare berkaitan imbauan bupati setempat untuk mengutamakan tanaman pangan di masa pandemi COVID-19. (ANTARA/Heru Suyitno)
Temanggung (ANTARA) - Areal tanaman tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, turun sekitar 4.600 hektare pada masa tanam tahun 2020 dibandingkan tahun lalu karena ada imbauan dari bupati agar lahan dimaksimalkan untuk tanaman pangan.
"Tahun ini areal tanaman tembakau turun sekitar 4.600 hektare, yakni dari 18.700 hektare tahun lalu menjadi 14.100 hektare tahun ini," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung Masrik Amin di Temanggung, Senin.
Ia menyampaikan penurunan areal tersebut terkait imbauan Bupati Temanggung agar di masa pandemi COVID-19 ini petani lebih mengutamakan tanaman pangan.
Masrik menyebutkan dengan produktivitas rata-rata 0,7 ton per hektare diperkirakan produksinya nanti mencapai 9.800 ton.
"Harapannya dengan jumlah produksi tersebut nanti tembakau Temanggung bisa terserap oleh industri rokok semua," katanya.
Ia menuturkan Bupati Temanggung sudah melakukan komunikasi dengan pabrik rokok bahwa tahun ini tetap ada pembelian tembakau, namun diperkirakan ada pengurangan sekitar 20 persen.
"Dengan areal tanaman tembakau yang berkurang sekitar 4.600 hektare karena beralih ke tanaman pangan diharapkan produksi tembakau petani Temanggung nantinya bisa terserap semua," katanya.
Berdasarkan permintaan dua pabrik rokok kretek besar biasanya PT Gudang Garam setiap tahun rata-rata menyerap 8.500 ton dan PT Djarum sebanyak 4.500 ton.
Ia menyampaikan kondisi tanaman tembakau sekarang cukup bagus, cuma kemarin masih ada hujan, mudah-mudahan setelah itu tidak ada hujan sampai habis panen.
Tanaman tembakau sekarang sudah pada berbunga, terutama di kawasan Gunung Prahu.
Menurut dia, untuk varietas tanaman tembakau yang ditanam petani saat ini sebagian besar Kemloko yang merupakan khas tembakau Temanggung yang memiliki kualitas bagus.
Baca juga: Gudang tembakau diminta tak menjadi klaster baru COVID-19 di Temanggung
Baca juga: Industri rokok diminta tetap beli tembakau petani Temanggung
"Tahun ini areal tanaman tembakau turun sekitar 4.600 hektare, yakni dari 18.700 hektare tahun lalu menjadi 14.100 hektare tahun ini," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung Masrik Amin di Temanggung, Senin.
Ia menyampaikan penurunan areal tersebut terkait imbauan Bupati Temanggung agar di masa pandemi COVID-19 ini petani lebih mengutamakan tanaman pangan.
Masrik menyebutkan dengan produktivitas rata-rata 0,7 ton per hektare diperkirakan produksinya nanti mencapai 9.800 ton.
"Harapannya dengan jumlah produksi tersebut nanti tembakau Temanggung bisa terserap oleh industri rokok semua," katanya.
Ia menuturkan Bupati Temanggung sudah melakukan komunikasi dengan pabrik rokok bahwa tahun ini tetap ada pembelian tembakau, namun diperkirakan ada pengurangan sekitar 20 persen.
"Dengan areal tanaman tembakau yang berkurang sekitar 4.600 hektare karena beralih ke tanaman pangan diharapkan produksi tembakau petani Temanggung nantinya bisa terserap semua," katanya.
Berdasarkan permintaan dua pabrik rokok kretek besar biasanya PT Gudang Garam setiap tahun rata-rata menyerap 8.500 ton dan PT Djarum sebanyak 4.500 ton.
Ia menyampaikan kondisi tanaman tembakau sekarang cukup bagus, cuma kemarin masih ada hujan, mudah-mudahan setelah itu tidak ada hujan sampai habis panen.
Tanaman tembakau sekarang sudah pada berbunga, terutama di kawasan Gunung Prahu.
Menurut dia, untuk varietas tanaman tembakau yang ditanam petani saat ini sebagian besar Kemloko yang merupakan khas tembakau Temanggung yang memiliki kualitas bagus.
Baca juga: Gudang tembakau diminta tak menjadi klaster baru COVID-19 di Temanggung
Baca juga: Industri rokok diminta tetap beli tembakau petani Temanggung
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
14 desa di Temanggung mengajukan sewa lahan untuk gerai Koperasi Merah Putih
14 January 2026 10:14 WIB
Cegah bencana, Pemkab Batang tingkatkan mitigasi penghijauan di lahan kritis
08 January 2026 13:07 WIB
71 desa di Kabupaten Kudus siapkan lahan untuk pembangunan gedung koperasi desa
10 December 2025 15:38 WIB
Pemkab Batang melakukan evaluasi fungsi lahan pegunungan tekan risiko longsor
08 December 2025 21:23 WIB
Sebanyak 136 desa di Kabupaten Demak sediakan lahan untuk pembangunan gedung kopdes
08 December 2025 16:39 WIB
Pemkab Kudus peroleh pemasukan dari sewa lahan Eks Ngasirah Rp545,354 juta per tahun
05 December 2025 7:41 WIB
Legislator minta pemerintah segera evaluasi fungsi lahan daerah rawan bencana
03 December 2025 16:49 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB