Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melakukan evaluasi atas fungsi lahan pegunungan (wilayah atas) yang sebelumnya ditanami pohon tegakan (keras) berganti dengan tanaman kentang yang bisa menimbulkan potensi longsor.
Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Senin, mengatakan bahwa alih fungsi seperti ini membuat struktur tanah lebih cepat gembur dan rentan mengalami pergerakan terutama saat intensitas curah hujan tinggi.
"Oleh karena itu, kami tengah melakukan audit terhadap sejumlah perizinan pemanfaatan lahan termasuk yang berkembang menjadi rest area maupun kegiatan komersial lainnya," katanya.
Ia minta pada minta pihak terkait melakukan analisis dan tindakan agar pemanfaatan lahan sesuai aturan karena ini menjadi bagian dari mitigasi agar longsor bisa dicegah.
Selain menertibkan perizinan, kata dia, pihaknya juga mengedepankan edukasi kepada masyarakat terutama pada pengelola lahan yang tergabung dalam skema perhutanan sosial.
Edukasi tersebut, kata dia, menyasar praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Ia mengatakan pihaknya akan memberikan bibit tanaman berdaya tahan tinggi untuk memperkuat struktur tanah di kawasan rawan longsor seperti di Desa Pranten.
"Minimal kita berikan bibit yang lebih kuat menahan tanah sehingga tidak membuat struktur tanah cepat gembur," katanya.
Faiz Kurniawan berharap upaya ini dapat menekan potensi bencana longsor sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem di kawasan atas yang memiliki peran penting sebagai daerah tangkapan air.
Baca juga: Pemkab Batang perkuat kesiapsiagaan tim medis respons cepat korban bencana

