Purwokerto (ANTARA) - Seorang pemancing asal Magelang, Jawa Tengah, dilaporkan hilang akibat tersapu gelombang saat memancing ikan di area pemancingan Karangjengking, Pantai Pasir, Kabupaten Kebumen, kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Cilacap I Nyoman Sidakarya.

"Berdasarkan informasi yang kami terima dari BPBD Kabupaten Kebumen, korban diketahui bernama Nugroho, warga Dusun Perebutan, Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin petang.

Ia mengatakan peristiwa nahas tersebut terjadi pada hari Senin (15/6), sekitar pukul 17.15 WIB, saat korban bersama seorang temannya sedang memancing di area pemancingan Karangjengking, Pantai Pasir, Desa Pasir, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen.

Berdasarkan informasi yang diperoleh BPBD Kabupaten Kebumen, kata dia, kedua pemancing yang berasal dari Magelang itu baru pertama kali mencoba memancing di area tersebut.

Baca juga: Seorang pemuda hilang di Pantai Pasir Putih Nusakambangan

Oleh karena minimnya pengalaman memancing di area pemancingan itu, mereka tersapu gelombang tinggi dan salah seorang di antaranya berhasil menyelamatkan diri.

Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada SAR Lawet Perkasa dan diteruskan ke BPBD Kabupaten Kebumen dan Basarnas KPP Cilacap.

"Tim SAR Lawet Perkasa, nelayan, dan warga sekitar telah berupaya melakukan pencarian, namun belum membuahkan hasil dan akan dilanjutkan besok pagi," ucap Nyoman.

Terkait dengan hal itu, dia mengatakan pihaknya segera memberangkatkan satu regu Basarnas KPP Cilacap menuju lokasi kejadian untuk menggelar operasi SAR guna mencari korban.

Menurut dia, tim Basarnas KPP Cilacap membawa peralatan lengkap dan dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) guna mencegah penularan COVID-19.

Baca juga: 4 pencari ikan yang hilang diterjang gelombang di Pantai Gua Manik Jepara ditemukan tewas
Baca juga: Seorang nelayan hilang saat melaut di Pantai Selatan Purworejo

Pewarta : Sumarwoto
Editor : Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2024