
Ma'ruf Amin menilai Kiai Subuki Parakan layak jadi Pahlawan Nasional

Temanggung (ANTARA) - Wakil Presiden ke-13 K.H. Ma'ruf Amin menilai Kiai Subuki atau yang lebih dikenal sebagai "Kiai Bambu Runcing" layak menjadi Pahlawan Nasional.
Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan religi dengan berziarah ke makam ulama kharismatik itu di Pemakaman Sekuncen, Kauman, Parakan, Kabupaten Temanggung, Kamis.
"Sosok Kiai Subuki memiliki jasa yang luar biasa bagi kemerdekaan Indonesia dan layak jadi Pahlawan Nasional," katanya.
Menurut dia, meski para ulama terdahulu berjuang dengan ikhlas tanpa mengharap gelar, sudah menjadi kewajiban bangsa untuk memberikan penghormatan setinggi-tingginya.
"Kiai-kiai seperti beliau sangat pantas dan layak saya kira. Mereka tidak minta diakui sebagai Pahlawan Nasional, mereka berjuang ikhlas dan tidak mengharapkan sesuatu. Namun, kita yang semestinya tahu diri untuk menghargai beliau sebagai orang yang berjasa di republik ini," katanya.
Lebih lanjut, ia berharap ziarah ini tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga menjadi sarana mengambil inspirasi dari semangat juang para pendahulu.
"Saya bersyukur bisa berziarah, mudah-mudahan mendapatkan barokah beliau. Insyaallah beliau bagian dari para Mujahid fi Sabilillah bersama para ulama Nahdlatul Ulama lainnya. Kita tidak boleh berhenti berjuang di mana pun dan dalam keadaan sesulit apa pun untuk agama, bangsa, dan negara," katanya.
Ketuai MUI Kabupaten Temanggung KH Yacub Mubarok menyampaikan rasa syukur mendalam atas kunjungan Wapres ke-13 tersebut. Baginya, kehadiran sosok ulama besar yang juga cucu dari Syekh Nawawi al-Bantani itu merupakan anugerah bagi warga Temanggung.
"Secara pribadi maupun komunal, saya mengucapkan terima kasih dan bersyukur kepada Allah Ta'ala. Kami yakini Parakan akan menjadi kawasan yang bersejarah, dan semoga Mbah Subchi segera dikukuhkan menjadi Pahlawan Nasional," katanya.
Baca juga: Pemkot Semarang: Usulan pahlawan nasional KH Sholeh Darat segera dikirim
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
