
Pemkot Semarang segera tangani Jembatan Beringin yang ambrol diterjang banjir

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang segera menyiapkan penanganan menyikapi Jembatan Beringin yang menghubungkan antara wilayah Mangunharjo dengan Tambaksari ambrol karena diterjang banjir.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Semarang, Jumat, menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut dan memastikan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama.
Sejak kejadian, jajaran perangkat daerah terkait telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan sebagai langkah awal terhadap tingkat kerusakan infrastruktur.
"Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Kami langsung meminta rekan-rekan OPD terkait untuk langsung menuju lokasi guna pengecekan keseluruhan," katanya.
Jembatan Beringin yang dibangun pada 1996 ambrol diterjang banjir pada 15 Januari lalu. Jembatan itu akses utama masyarakat memulai aktivitas.
"Ini memang jembatan lama, dibangun tahun 1996 dan kondisinya sudah tidak mampu menahan beban banjir yang semakin ekstrem. Karena itu, penanganan harus kita lakukan secara menyeluruh, tidak hanya jembatannya saja, tetapi juga sungai dan bantaran di sekitarnya," katanya.
Dia mengakui curah hujan memang tinggi belakangan ini, sebagaimana peringatan dari BMKG, yang berdampak signifikan bagi Kota Semarang dengan kondisi geografis merupakan wilayah dataran rendah.
Aliran air dari wilayah atas yang minim resapan menyebabkan debit air langsung mengalir ke hilir dan muara sehingga memperbesar risiko banjir dan gerusan infrastruktur.
"Air hujan dari wilayah atas langsung masuk ke Kota Semarang karena daya resapnya sudah sangat berkurang. Fenomena alam ini membuat tekanan pada sungai dan jembatan semakin besar," katanya.
Selain perbaikan jembatan, Pemkot Semarang akan memprioritaskan penataan bantaran sungai, normalisasi alur air, serta evaluasi kapasitas saluran dan selokan besar yang masih memungkinkan untuk dijangkau.
"Langkah ini dinilai lebih efektif sebagai solusi jangka menengah dan panjang dalam pengendalian banjir," katanya.
Agustina juga telah menginstruksikan Penjabat Sekretaris Daerah, bersama Bappeda, Dinas PU, BPBD, dan OPD terkait, untuk melakukan pengecekan langsung.
Selain itu, mengoptimalkan dana operasional dan pemeliharaan guna menyelesaikan persoalan banjir, khususnya di wilayah timur dan barat Kota Semarang.
"Kami fokuskan pada perbaikan yang berdampak langsung. Tidak harus selalu dengan anggaran besar, tapi tepat sasaran. Saluran yang sudah ada kita optimalkan, dan jika di atasnya terdapat bangunan, akan kita komunikasikan secara baik dengan warga," katanya.
Baca juga: Pemkot Semarang rampungkan pembangunan Jembatan Persen di Gunung Pati
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
