Logo Header Antaranews Jateng

Puluhan mahasiswa asing dari 11 negara belajar di Undip

Sabtu, 28 Februari 2026 07:02 WIB
Image Print
Dekan FISIP Universitas Diponegoro Semarang Dr. Teguh Yuwono berfoto bersama para mahasiswa asing pada "International Students Gathering 2026: The Orange Harbor: Anchoring Global Cultures at Diponegoro", di Undip, Semarang, Jumat (27/2/2026). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Semarang (ANTARA) - Sebanyak 23 mahasiswa asing dari 11 negara mengikuti program pertukaran pelajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro, Semarang.

"Kami coba melakukan proses yang disebut dengan pengembangan potensi internasional," kata Dekan FISIP Undip Dr. Teguh Yuwono di Semarang, Jumat.

Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan "International Students Gathering 2026: The Orange Harbor: Anchoring Global Cultures at Diponegoro".

Kegiatan itu dihadiri oleh para mahasiswa asing berasal dari berbagai negara, seperti Rusia, Jerman, Vietnam, Madagaskar, Pakistan, China, Sierra Leone, Gambia, dan Tanzania.

Mereka terbagi atas berbagai program yakni Diponegoro Exchange Experience Program (DEEP), yaitu program pertukaran pelajar selama satu semester bagi mahasiswa jenjang sarjana.

Kemudian, mahasiswa S2 dan S3 untuk mendapatkan gelar doktor ilmu sosial dan magister administrasi bisnis dengan durasi kuliah bervariasi, kurang lebih 2-3 tahun.

"Ini tidak hanya tidak hanya incoming student ya, tidak hanya mahasiswa yang ke sini. Kami juga mengirim mahasiswa yang keluar," katanya.

Selain belajar keilmuan sesuai program yang diikuti, kata dia, para mahasiswa asing juga akan belajar mengenai kultur dan budaya masyarakat Indonesia.

"Kami sudah sediakan fasilitas, mereka kami dampingi. Jadi, setiap mahasiswa ada pendampingnya supaya ada pertukaran kebudayaan, pertukaran budaya, perilaku," katanya.

Sementara itu, Le Hoang Vy dari Vietnam mengaku alasan memilih Undip karena tertarik untuk belajar di Indonesia, dengan perbedaan budaya yang tidak terlalu jauh dengan negaranya sesama di Asia Tenggara.

Beberapa masakan Indonesia pun sudah dikenalnya, seperti nasi goreng, ayam goreng, dan beraneka sayuran, tidak jauh berbeda dengan di Vietnam.

Selama satu semester ke depan, mahasiswa Ho Chi Minh University of Banking yang akrab disapa Crystal itu akan memanfaatkannya untuk belajar banyak tentang Indonesia.

Senada, Bazhanov Danil Petrovich dari Kazan (Volga Region) Federal University, Rusia, mengaku memilih Undip karena memang tertarik belajar di Indonesia.

Baca juga: Dosen SV Undip jembatani kolaborasi bersama RWTH Aachen Jerman



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026