Logo Header Antaranews Jateng

Satgas MBG Kudus meminta SPPG jaga higienitas dan ketepatan pengantaran

Jumat, 30 Januari 2026 15:21 WIB
Image Print
Rapat koordinasi bersama seluruh Kepala SPPG di aula Kodim Kudus, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengingatkan seluruh koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar lebih memperhatikan higienitas makanan serta ketepatan waktu pengantaran kepada penerima manfaat, khususnya pelajar.

"Kami menekankan lagi masalah higienitas perlu diperhatikan dan ditingkatkan. Kemudian waktu memasak harus dipastikan tidak terlalu lama dengan jadwal distribusi makanannya kepada penerima manfaat," kata Ketua Satgas MBG Kudus yang juga Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton yang ditemui usai menghadiri rapat koordinasi bersama seluruh Kepala SPPG di aula Kodim Kudus, Jumat.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Kudus serta seluruh Kepala SPPG di Kabupaten Kudus.

Dalam pertemuan itu Satgas MBG juga melakukan evaluasi terkait kasus dugaan keracunan yang dialami 131 siswa SMA Negeri 2 Kudus, serta kejadian serupa sebelumnya yang sempat viral di media nasional.

"Ini menjadi perhatian kami semua. Apalagi ada 47 siswa yang sempat menjalani rawat inap. Tetapi Alhamdulillah, kondisi mereka sekarang sudah membaik," ujarnya.

Bellinda menyampaikan evaluasi ini dilakukan agar ke depan tidak terulang kejadian serupa. Perlu peningkatan langkah antisipasi, termasuk perbaikan tata kelola dapur MBG.

Selain itu, Satgas MBG Kudus berencana melakukan sosialisasi menu makanan agar seluruh dapur MBG memiliki keseragaman menu.

"Hasil evaluasi dan diskusi tersebut juga akan disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN)," ujarnya.

Terkait pengawasan, Bellinda menekankan pentingnya kelengkapan CCTV di setiap dapur SPPG, mencontoh penerapan yang sudah dilakukan SPPG Gondangmanis. Selain itu, setiap dapur juga diminta untuk membuat video harian terkait menu makanan dan bahan yang disajikan.

"Karena ada komplain dari masyarakat bahwa apa yang diunggah di media sosial berbeda dengan yang diterima pelajar dan masyarakat," ujarnya.

Sementara terkait penyebab dugaan keracunan, Bellinda mengatakan masih menunggu hasil uji laboratorium yang hingga kini belum keluar.

Ketua DPRD Kudus Masan juga kembali menekankan pentingnya pengaturan waktu memasak dan distribusi makanan.

Ia mengingatkan bahwa berdasarkan penjelasan Plt Kepala Dinas Kesehatan, makanan MBG maksimal harus dikonsumsi dalam waktu empat jam setelah dimasak.

"Karena sesuai penjelasan dari Plt Kepala Dinas Kesehatan, maksimal empat jam setelah dimasak harus dikonsumsi. Maka antara jam masak dan jam makan harus benar-benar dikoordinasikan dan dikomunikasikan," ujarnya.

Menurut Masan koordinasi antara Kepala SPPG dan pihak sekolah menjadi kunci utama agar makanan tidak dikonsumsi melewati batas waktu layak konsumsi, yang berpotensi menjadi penyebab gangguan kesehatan.

Sementara itu, Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andreasie juga menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa Kodim Kudus turut turun tangan membantu menyelesaikan permasalahan yang ada, serta akan terus berkoordinasi dengan Satgas MBG terkait langkah-langkah perbaikan ke depan.

Baca juga: Hasil observasi tim medis puluhan siswa SMA 2 Kudus yang diduga keracunan MBG harus jalani rawat inap



Pewarta :
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026