Jokowi: Tak ada lagi keluhan pemadaman listrik
Senin, 25 Februari 2019 13:08 WIB
Presiden RI Joko WIdodo saat memberikan sambutan dalam acara peresmian PLTU Cilacap Ekspansi Tahap I berkapasitas 1x660 MW di Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Cilacap, Senin (25/2/2019). (Foto: Sumarwoto)
Cilacap (Antaranews Jateng) - Presiden RI Joko Widodo mengatakan jika saat sekarang tidak ada lagi masyarakat yang mengeluhkan adanya pemadaman listrik.
"Sekarang kalau kita ke daerah, enggak ada lagi yang namanya keluhan 'byar pet', keluhan pemadaman, enggak ada. Dulu kita di 2015, setiap ke provinsi, setiap ke kabupaten, ke kota, ke daerah, isinya keluhan mengenai listrik yang 'byar pet', listrik yang pemadaman," kata Presiden di Cilacap, Jawa Tengah, Senin.
Presiden mengatakan hal itu kepada wartawan usai meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap Ekspansi Tahap I berkapasitas 1x660 megawatt (MW) di Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, yang dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah titik proyek PLTU.
Dia mencontohkan keluhan-keluhan tersebut terutama dari industri pariwisata karena ada hotel yang listriknya mati selama enam jam.
"Banyak sekali keluhan-keluhan seperti itu. Sekarang, alhamdulillah sudah tidak ada keluhan-keluhan pemadaman listrik, tetapi kita tetap ingin membangun pembangkit listrik agar juga mengikuti pertumbuhan ekonomi yang ada sehingga investasi apapun ke Indonesia, listriknya siap," kata Presiden.
Sementara saat memberikan laporan dalam acara peresmian PLTU Cilacap Ekspansi Tahap I berkapasitas 1x660 MW, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan PLTU tersebut menggunakan teknologi "super-critical boiler" berbahan bakar batu bara kalori rendah.
Selain itu, PLTU Cilacap Ekspansi Tahap I juga dilengkapi dengan "electristastic precipitat" dan "flue-gas desulfurization" yang didesain untuk dapat beroperasi secara efisien dan ramah lingkungan.
"Proyek ini dikelola oleh PT Sumber Segara Primadaya (S2P) dengan kepemilikan saham sebesar 51 persen dan PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), yaitu anak usaha PT PLN (Persero) dengan kepemilikan saham 49 persen," katanya.
Menurut dia, investasi proyek tersebut hampir mencapai 900 juta dolar Amerika Serikat dan dapat menyerap 800 tenaga kerja saat pengoperasian, sedangkan saat pembangunan menyerap sekitar 4.000 tenaga kerja.
"Sekarang kalau kita ke daerah, enggak ada lagi yang namanya keluhan 'byar pet', keluhan pemadaman, enggak ada. Dulu kita di 2015, setiap ke provinsi, setiap ke kabupaten, ke kota, ke daerah, isinya keluhan mengenai listrik yang 'byar pet', listrik yang pemadaman," kata Presiden di Cilacap, Jawa Tengah, Senin.
Presiden mengatakan hal itu kepada wartawan usai meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap Ekspansi Tahap I berkapasitas 1x660 megawatt (MW) di Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, yang dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah titik proyek PLTU.
Dia mencontohkan keluhan-keluhan tersebut terutama dari industri pariwisata karena ada hotel yang listriknya mati selama enam jam.
"Banyak sekali keluhan-keluhan seperti itu. Sekarang, alhamdulillah sudah tidak ada keluhan-keluhan pemadaman listrik, tetapi kita tetap ingin membangun pembangkit listrik agar juga mengikuti pertumbuhan ekonomi yang ada sehingga investasi apapun ke Indonesia, listriknya siap," kata Presiden.
Sementara saat memberikan laporan dalam acara peresmian PLTU Cilacap Ekspansi Tahap I berkapasitas 1x660 MW, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan PLTU tersebut menggunakan teknologi "super-critical boiler" berbahan bakar batu bara kalori rendah.
Selain itu, PLTU Cilacap Ekspansi Tahap I juga dilengkapi dengan "electristastic precipitat" dan "flue-gas desulfurization" yang didesain untuk dapat beroperasi secara efisien dan ramah lingkungan.
"Proyek ini dikelola oleh PT Sumber Segara Primadaya (S2P) dengan kepemilikan saham sebesar 51 persen dan PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), yaitu anak usaha PT PLN (Persero) dengan kepemilikan saham 49 persen," katanya.
Menurut dia, investasi proyek tersebut hampir mencapai 900 juta dolar Amerika Serikat dan dapat menyerap 800 tenaga kerja saat pengoperasian, sedangkan saat pembangunan menyerap sekitar 4.000 tenaga kerja.
Pewarta : Sumarwoto
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jokowi jalani pemeriksaan di Polresta Surakarta terkait tudingan ijazah palsu
11 February 2026 20:53 WIB
Jokowi bocorkan topik pembicaraan dengan Presiden Prabowo beberapa waktu lalu
30 January 2026 14:56 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Wagub : Pertumbuhan ekonomi Jateng tekan pengangguran dan angka kemiskinan
08 February 2026 5:51 WIB
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB