Logo Header Antaranews Jateng

BPS: Inflasi Kota Semarang momentum Lebaran terkendali

Selasa, 7 April 2026 12:54 WIB
Image Print
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat meninjau persediaan komoditas pokok di pasar tradisional. (ANTARA/HO-Pemkot Semarang)

Semarang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang menyebutkan bahwa laju inflasi tetap terkendali meski terdapat tekanan musiman akibat lonjakan permintaan jelang dan saat Idul Fitri 2026.

Kepala BPS Kota Semarang Rudi Cahyono, di Semarang, Senin, menyampaikan inflasi bulanan (month to month) pada Maret 2026 hanya 0,37 persen.

Angka inflasi tersebut menunjukkan penurunan dari Februari 2026 sebesar 0,67 persen, sedangkan untuk inflasi tahunan (year on year) berada di angka 3,57 persen.

Penurunan itu mengindikasikan bahwa tekanan harga mulai mereda meskipun masyarakat masih merasakan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok selama Ramadhan dan Idul Fitri.

Ia mengungkapkan bahwa tingginya inflasi yoy pada periode Februari 2026 lebih dipengaruhi oleh faktor "low base effect" atau efek basis rendah karena adanya kebijakan diskon tarif listrik sebesar 50 persen yang diberlakukan pemerintah.

Menurut dia, dampak kebijakan tersebut masih membayangi dinamika inflasi hingga Maret 2026, baik secara bulanan maupun tahunan.

Artinya, kata dia, secara fundamental tekanan harga riil di masyarakat tidak setinggi yang tergambar pada angka tahunan sebelumnya.

Dari sisi pangan, kondisi di lapangan relatif lebih menggembirakan, seperti disampaikan Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kota Semarang M. Luthfi Eko Nugroho.

Ia menyebutkan bahwa ketersediaan barang tetap terjamin dan harga-harga masih dalam jangkauan masyarakat.

"Alhamdulillah di sektor pangan, ketersediaan barang bisa dipastikan dan harganya masih terjangkau oleh masyarakat. Naik memang ada, tetapi tidak sampai pada level yang tidak bisa dijangkau," katanya.

Ia mengatakan bahwa pemantauan dan intervensi terhadap komoditas penyumbang inflasi, terutama bahan pangan terus digencarkan.

Koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) pun diperkuat untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli warga.

Dengan capaian itu, inflasi Kota Semarang dinilai masih berada dalam koridor aman, sekaligus menjadi cermin bahwa strategi pengendalian harga yang dijalankan pemerintah daerah.

Termasuk, operasi pasar dan kerja sama dengan Bulog terbukti cukup efektif menghadapi goncangan musiman, seperti Idul Fitri.

"Stabilitas ini diharapkan terus berlanjut pasca-Idul Fitri, seiring dengan normalisasi permintaan dan distribusi yang kembali lancar," katanya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026