
Ilmuwan Denmark jadi guru besar Unissula

Semarang (ANTARA) - Ilmuwan berasal dari Denmark, Theis Raaschou Andersen, dikukuhkan sebagai guru besar kehormatan pada Program Doktor Teknik Sipil (PDTS) Fakultas Teknik (FT) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Jawa Tengah.
Pengukuhan guru besar kehormatan dilakukan langsung oleh Wakil Rektor 1 Unissula Mochamad Abdul Basir di kampus FT Unissula Semarang, Rabu.
Theis Andersen dikenal sebagai peraih penghargaan peneliti terbaik di Denmark pada 2018 berkat kontribusi dalam memberikan solusi inovatif di bidang perubahan iklim, hidrologi, dan keberlanjutan bumi.
Kiprah dia di tingkat internasional menjadikan sebagai salah satu tokoh penting dalam pengembangan riset berbasis solusi terhadap tantangan lingkungan global.
Kepala Riset di VIA University College Denmark itu, aktif mendorong kolaborasi lintas negara untuk menghadirkan inovasi di bidang pengelolaan sumber daya air dan mitigasi perubahan iklim.
Dalam pengukuhan, ia menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Climate Adaptation as a Practical Science: From Groundwater and Geology to Urban Resilience".
Orasi ilmiah dia menyoroti tentang adaptasi Iklim sebagai ilmu praktis, dari air tanah dan geologi hingga ketahanan perkotaan.
Dekan FT Unissula Semarang Abdul Rochim mengatakan pengukuhan itu menjadi bagian dari komitmen FT Unissula dalam memperkuat jejaring akademik internasional serta menghadirkan perspektif global dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya yang berkaitan dengan isu lingkungan dan keberlanjutan.
Hal itu, termasuk masalah-masalah di tanah air khususnya, seperti banjir dan dampak dari perubahan iklim dunia.
Ia berharap, kesempatan tersebut dapat membuka peluang kerja sama riset dan pertukaran keilmuan antara Unissula dan VIA University College, sekaligus memperkaya kontribusi akademik dalam menjawab tantangan perubahan iklim di masa depan.
Menurut dia, Theis memiliki karya yang berorientasi pada aplikasi kombinasi iklim, air, geologi, dan diterapkan untuk pemerintah, perusahaan dan masyarakat, untuk solusi yang tangguh terhadap perubahan iklim.
Latar belakang akademis dan minat penelitian Theis, kata dia, berakar pada geologi-geoteknik dan hidrologi, tetapi selama bertahun-tahun telah berkembang menuju agenda iklim dan ketahanan yang lebih luas.
"Yakni solusi berbasis alam, metode berbasis data, dan kemitraan yang kuat memainkan peran yang semakin penting," katanya.
Dari aspek pendidikan, kata dia, Theis memberikan ilmunya dengan menjadi Dosen Teknik Sipil dan Teknik Supply, pengelola penelitian, narasumber di berbagai forum, pembicara seperti kuliah umum, seminar, penguji eksternal disertasi.
Dari aspek penelitian, Theis juga memiliki penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah, baik dalam bentuk jurnal ilmiah bereputasi, buku, prosiding, maupun tulisan ilmiah.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
