
Jokowi sebut kedaulatan AI penting di negara berkembang

Solo (ANTARA) - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyebut kedaulatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan penting di negara berkembang.
Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat mengatakan kedaulatan AI tersebut menjadi topik yang disampaikannya dalam forum private breakfast Bloomberg New Economy Forum, di The Leela Palace Hotel, New Delhi, India, Jumat (20/2).
“Hampir semua negara berbicara mengenai data sovereignty dan AI sovereignty. Jadi, kedaulatan data dan kedaulatan AI. Saya sampaikan di sana bahwa kedaulatan data itu mutlak dan sangat perlu bagi semua negara, utamanya negara-negara berkembang,” katanya.
Dalam hal ini, dikatakannya, negara-negara berkembang perlu mempersiapkan infrastruktur digital.
“Baik itu satelit, baik itu data center, baik itu fiber optik, baik itu menara BTS. Semuanya akan memberikan dukungan kepada nanti kalau era AI ini betul-betul akan kejadian,” katanya.
Ia memperkirakan 5-15 tahun ke depan akan ada revolusi besar di bidang AI.
“Semua aktivitas manusia tidak akan lepas dari yang namanya artificial intelligence, AI. Semua di mana-mana semuanya AI,” katanya.
Menurut dia, persiapan tidak hanya dari sisi infrastruktur tetapi juga berbagai sisi, termasuk sumber daya manusianya.
“Jadi semua negara harus mempersiapkan, kita juga harus mempersiapkan infrastruktur digitalnya disiapkan, human resources-nya, sumber daya manusianya disiapkan, regulasinya disiapkan,” katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
