Motivator sebut generasi muda masih miskin narasi besar
Minggu, 9 Desember 2018 19:58 WIB
Syafii Efendi pada Seminar Motivasi Nasional Medical and Entrepeneur dengan tema "Success With Millennial Generation" yang diselenggarakan di Hotel Haris Solo, Minggu (9/12). (Foto: Aris Wasita)
Solo (Antaranews Jateng) - Motivator Muda Indonesia Syafii Efendi menyatakan sebagian generasi muda di dalam negeri saat ini masih miskin narasi besar atau impian masa depan.
"Pola pikir generasi muda saat ini diklasifikasikan dalam tiga kelompok, yaitu yang paling rendah adalah mereka yang suka membicarakan aib orang lain," katanya pada Seminar Motivasi Nasional Medical and Entrepeneur dengan tema "Success With Millennial Generation" yang diselenggarakan di Hotel Haris Solo, Minggu.
Selanjutnya, dikatakannya, yaitu golongan yang suka membicarakan tentang diri sendiri.
"Sedangkan kelompok ketiga yaitu ketika obrolan yang dilakukan sudah mengarah kepada keinginannya untuk melakukan pembaharuan peradaban," katanya.
Menurut dia, dibutuhkan narasi atau perencanaan untuk bersiap menghadapi masa depan. Ia mengakui hingga saat ini banyak anak muda yang masih terjebak pada pola pikir lama.
"Misalnya adalah mereka cenderung mengikuti keinginan orang tuanya, seperti menjadi PNS (pegawai negeri sipil, red)," katanya.
Padahal, dikatakannya, para generasi muda tersebut bisa lebih berani dalam mengeksplorasi cita-citanya, misalnya menjadi pengusaha.
"Oleh karena itu, mereka (generasi muda, red) harus dapat mengubah pola pikir dan melatih kemandirian. Jangan takut untuk memiliki mimpi besar," katanya.
Ia mengatakan di era disrupsi seperti saat ini, generasi muda harus memiliki pola pikir yang mengikuti perubahan. Menurut dia, jika masyarakat masih bertahan dengan cara pikir konvensional maka akan tertinggal.
"Seperti contohnya adalah teknologi baru yang selalu tumbuh, mau tidak mau kita harus terbiasa dengan kondisi ini," katanya.
Adapun, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Organisasi Kepemudaan Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) se-Jawa Tengah.
Untuk di Kota Solo, kegiatan diselenggarakan sebanyak dua tahap, yaitu di Graha Wisata Niaga dan di Hotel Haris. Total peserta, yaitu sekitar 2.300 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Solo dan sekitarnya.
"Pola pikir generasi muda saat ini diklasifikasikan dalam tiga kelompok, yaitu yang paling rendah adalah mereka yang suka membicarakan aib orang lain," katanya pada Seminar Motivasi Nasional Medical and Entrepeneur dengan tema "Success With Millennial Generation" yang diselenggarakan di Hotel Haris Solo, Minggu.
Selanjutnya, dikatakannya, yaitu golongan yang suka membicarakan tentang diri sendiri.
"Sedangkan kelompok ketiga yaitu ketika obrolan yang dilakukan sudah mengarah kepada keinginannya untuk melakukan pembaharuan peradaban," katanya.
Menurut dia, dibutuhkan narasi atau perencanaan untuk bersiap menghadapi masa depan. Ia mengakui hingga saat ini banyak anak muda yang masih terjebak pada pola pikir lama.
"Misalnya adalah mereka cenderung mengikuti keinginan orang tuanya, seperti menjadi PNS (pegawai negeri sipil, red)," katanya.
Padahal, dikatakannya, para generasi muda tersebut bisa lebih berani dalam mengeksplorasi cita-citanya, misalnya menjadi pengusaha.
"Oleh karena itu, mereka (generasi muda, red) harus dapat mengubah pola pikir dan melatih kemandirian. Jangan takut untuk memiliki mimpi besar," katanya.
Ia mengatakan di era disrupsi seperti saat ini, generasi muda harus memiliki pola pikir yang mengikuti perubahan. Menurut dia, jika masyarakat masih bertahan dengan cara pikir konvensional maka akan tertinggal.
"Seperti contohnya adalah teknologi baru yang selalu tumbuh, mau tidak mau kita harus terbiasa dengan kondisi ini," katanya.
Adapun, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Organisasi Kepemudaan Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) se-Jawa Tengah.
Untuk di Kota Solo, kegiatan diselenggarakan sebanyak dua tahap, yaitu di Graha Wisata Niaga dan di Hotel Haris. Total peserta, yaitu sekitar 2.300 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Solo dan sekitarnya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Sumarwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mau sukses jadi pengusaha, motivator: Jangan habiskan waktu untuk pacaran
23 April 2019 20:17 WIB, 2019