
Pemkot Pekalongan ingatkan masyarakat waspada terhadap risiko kebakaran

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran dan bencana lainnya seiring dengan musim kemarau di daerah setempat.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satuan Polisi dan P3KP Kota Pekalongan Kukuh Adi Sri Satyanto di Pekalongan, Senin, meminta warga tidak membakar sampah maupun rumput kering secara sembarangan karena dapat memicu kebakaran yang merembet ke permukiman.
"Memasuki musim kemarau potensi kebakaran bisa mudah terjadi. Oleh karena itu, kami mengingatkan warga meningkatkan kewaspadaan terjadinya kebakaran, jangan membakar sisa sampah sembarangan," katanya.
Dia menyebut hingga pertengahan 2026 tercatat sekitar 30 kejadian kebakaran di daerah yang menimbulkan kerugian materiil.
Jumlah kejadian tersebut, kata dia, menurun dibandingkan periode yang sama 2025 yang mencapai 50 kejadian.
Pihaknya pada tahun ini memperoleh tambahan perlengkapan berupa helm, sepatu, dan baju tahan tawon untuk mendukung kesiapsiagaan petugas.
Pengadaan tersebut, kata dia, diperlukan karena selain menangani kebakaran, petugas juga sering melakukan evakuasi sarang tawon yang meresahkan masyarakat.
Selain itu, relawan pemadam kebakaran di setiap kelurahan terus mendapatkan pelatihan dan koordinasi rutin guna meningkatkan kemampuan penanganan keadaan darurat sesuai standar.
"Kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan saat terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya dapat menghubungi Mako Damkar, Kantor Satpol P3KP Kota Pekalongan, relawan Redkar, atau layanan darurat 112," katanya.
Baca juga: Polresta Pekalongan dan pemda memperkuat deteksi dini TBC
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
