
Pemkot Pekalongan memperkuat budaya sekolah aman dan nyaman

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan pendidikan di sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Mabruri di Pekalongan, Senin, mengatakan regulasi tersebut menjadi pedoman seluruh satuan pendidikan dalam membangun budaya sekolah yang tidak hanya fokus pada proses pembelajaran namun juga memastikan seluruh warga sekolah merasa aman dan terlindungi.
"Langkah tersebut, kami lakukan sebagai tindak lanjut diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman," katanya.
Menurut dia, budaya sekolah aman dan nyaman mencakup berbagai aspek yang harus dipenuhi oleh sekolah seperti perlindungan fisik melalui penyediaan sarana dan prasarana yang layak, ketersediaan air bersih, hingga jaminan keamanan pangan di kantin sekolah.
Selain itu, kata dia, sekolah perlu memperhatikan aspek psikologis dan sosiokultural agar peserta didik merasa diterima, dihargai, dan dapat berkembang dalam lingkungan yang positif.
"Hal yang tidak kalah penting lagi adalah pemenuhan kebutuhan spiritual warga sekolah juga menjadi bagian dari indikator sekolah yang aman dan nyaman," katanya.
Ia berharap, sekolah menjadi tempat yang membuat anak merasa nyaman untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi secara optimal.
"Penerapan budaya sekolah aman dan nyaman diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, ramah anak, dan mendukung pencapaian kualitas pendidikan di daerah," katanya.
Baca juga: Pemkot Pekalongan ingatkan masyarakat waspada terhadap risiko kebakaran
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
