Logo Header Antaranews Jateng

Pemprov Jateng pastikan kesehatan hewan kurban

Sabtu, 23 Mei 2026 00:02 WIB
Image Print
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengecek hewan ternak saat Jambore Inseminator dan Kontes Ternak Piala Gubernur Jateng Tahun 2026, Kompleks Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (22/5/2026). (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya memastikan kesehatan hewan kurban pada Idul Adha 2026 melalui program kesehatan hewan keliling (Healing) supaya hewan yang tersedia tetap sehat, aman, dan layak dikonsumsi masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares, di Ungaran, Jumat, mengatakan Healing dilakukan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat.

"Program ini mencakup pemeriksaan lalu lintas ternak yang masuk dan keluar Jawa Tengah, pemeriksaan kesehatan, serta pelaksanaan vaksinasi dan pemberian vitamin," katanya.

Hal tersebut disampaikannya saat acara Jambore Inseminator dan Kontes Ternak Piala Gubernur Jateng Tahun 2026, Kompleks Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Ia mengatakan penanganan potensi penyakit zoonosis dan temuan cacing hati juga diperkuat, sekaligus edukasi kepada pedagang maupun masyarakat terkait kriteria hewan kurban yang sehat.

Selain itu juga, kata dia, dilakukan pula uji kompetensi juru sembelih halal yang sesuai dengan syariat Islam.

"Pengawasan lalu lintas ternak dan penerjunan petugas kesehatan hewan juga terus ditingkatkan, untuk mengantisipasi potensi penyebaran hewan menular," katanya.

Ia mengatakan koordinasi lintas sektoral terus dijalin bersama pemerintah kabupaten/kota, dokter hewan, petugas lapangan, dan berbagai unsur guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi momentum Idul Adha.

"Jawa Tengah dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan hewan kurban masyarakat pada momentum Hari Raya Iduladha 2026," katanya.

Adapun jumlah ternak yang diperlukan dalam pemenuhan hewan kurban juga tidak ada masalah, kata dia, karena kebutuhan masyarakat untuk kurban tercatat 10 persen dari populasi.

Berdasarkan data dan proyeksi tahun 2026, populasi ternak sapi, kambing dan domba di Jateng diperkirakan mencapai 6.413.010 ekor, terdiri atas 1.393.159 ekor sapi, 1.421.246 ekor domba, dan 3.598.605 ekor kambing.

Besarnya populasi tersebut, lanjut dia, menunjukkan bahwa Jateng menjadi salah satu daerah penyangga utama subsektor peternakan nasional.

"Kegiatan ini juga menjadi ruang bersama untuk memperkuat semangat transfer informasi peternakan menuju sistem yang modern berbasis teknologi, efisien, serta mampu menjawab kebutuhan pasar," katanya.

Pada 2026 diperkirakan produksi daging akan mencapai 942.496 ton, sedangkan produksi telur mencapai 917.862.000 ton, dan produksi susu mencapai 76.570 ton.

Capaian tersebut, kata dia, tidak terlepas dari peran inseminator, dan tercatat saat ini Jateng memiliki sebanyak 766 orang inseminator yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kateng Sumarno memberikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurut dia, peternak dan inseminator merupakan ujung tombak dalam mengembangkan ternak di Jateng agar lebih efisien dan berkualitas.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026