
Sapi milik Sunardi berbobot 1,1 ton di Grobogan jadi hewan kurban Presiden

Grobogan (ANTARA) - Sapi jenis simental berbobot 1,1 ton milik Sunardi, peternak asal Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.
Sunardi, pemilik sapi di Grobogan, Rabu, mengaku bangga karena untuk pertama kalinya sapi yang di peliharanya sejak kecil berhasil lolos seleksi nasional dan dipercaya menjadi hewan kurban bantuan Presiden RI.
"Alhamdulillah sangat bangga, karena baru pertama kali sapi dari kandang kami bisa terpilih menjadi bantuan Presiden,” ujarnya.
Menurut dia perawatan sapi dilakukan secara intensif agar kondisinya tetap prima, mulai dari pengaturan pakan, menjaga kebersihan kandang, hingga pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Untuk menjaga kesehatan menjelang Idul Adha, sapi tersebut juga dipisahkan dari ternak lainnya guna mengantisipasi risiko penularan penyakit mulut dan kuku (PMK).
Hewan kurban berbobot 1,1 ton itu ditaksir harganya Rp112 juta.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan Andreas Iwan mengatakan proses penentuan sapi bantuan Presiden dilakukan melalui tahapan verifikasi ketat oleh pemerintah pusat bersama dinas terkait.
Kriteria penilaian meliputi usia ternak yang memenuhi syarat kurban, bobot minimal satu ton, kondisi kesehatan yang baik, bebas penyakit, serta telah mendapatkan vaksinasi lengkap.
"Seleksi dilakukan cukup ketat, mulai dari pemeriksaan kesehatan, kelengkapan vaksinasi hingga bobot sapi. Sapi milik Pak Sunardi memenuhi seluruh persyaratan," ujarnya.
Selain dialokasikan untuk Kabupaten Grobogan, pemerintah juga menyiapkan satu ekor sapi bantuan Presiden lainnya melalui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang akan disalurkan ke wilayah terdampak banjir di Desa Tinanding, Kecamatan Godong.
"Rencananya, pemotongan hewan kurban bantuan Presiden tersebut akan dilaksanakan serentak pada Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 27 Mei 2026," ujarnya.
Keberhasilan peternak lokal Grobogan menembus seleksi nasional itu dinilai menjadi bukti bahwa daerah tersebut mampu menghasilkan ternak berkualitas tinggi dan berdaya saing nasional, sekaligus mendorong kemajuan sektor peternakan di Kabupaten Grobogan.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
