Logo Header Antaranews Jateng

Kemenag-Walubi siapkan Waisak di Candi Borobudur

Sabtu, 23 Mei 2026 00:04 WIB
Image Print
Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama Supriyadi menjelaskan kepada wartawan berkaitan perayaan Waisak 2026 di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah di Magelang, Jumat (22/5/2026). ANTARA/Heru Suyitno

Magelang (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) berkoordinasi secara intensif dengan Panitia Nasional Waisak 2026 Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dan berbagai lembaga terkait untuk persiapan peringatan hari keagamaan umat Buddha itu, di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kemenag Supriyadi di Magelang, Jumat, mengatakan berbagai aktivitas terkait dengan perayaan keagamaan itu sedang dipersiapkan guna memberikan fasilitas dan kenyamanan umat Buddha, baik berasal dari wilayah di Jawa Tengah maupun daerah lainnya di Indonesia yang akan hadir dalam perayaan Waisak di Candi Borobudur.

"Ini merupakan tanggung jawab kami bersama pemerintah agar hak-hak beragama setiap umat dapat terlayani dengan baik. Setiap umat beragama memiliki hak yang sama untuk melaksanakan ibadah," katanya.

Kementerian Agama terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan khidmat.

"Kami bersama seluruh jajaran dan lembaga terkait terus mempersiapkan kegiatan agar pelaksanaan Waisak dapat berjalan baik dan umat Buddha dapat melaksanakan ibadahnya dengan penuh kekhusyukan," katanya.

Selain menjadi kegiatan ibadah, katanya, peringatan Waisak di Borobudur juga ruang pengembangan spiritualitas masyarakat yang hadir di kawasan candi tersebut.

Kapasitas Lapangan Kenari Candi Borobudur hanya mampu menampung sekitar 10 ribu orang sehingga sebagian pengunjung nantinya berada di luar area tersebut.

Dia mengatakan kawasan Borobudur merupakan ruang publik yang inklusif dan terbuka bagi siapa saja untuk mendapatkan pengalaman spiritual dan budaya.

"Candi Borobudur dapat dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Cagar Budaya. Karena itu, kami ingin pemanfaatan candi ini tetap dilakukan dengan pendekatan pelestarian kebudayaan sehingga dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat yang berkunjung," katanya.

Tri Hari Suci Waisak sebagai perayaan keagamaan umat Buddha untuk memperingati tiga peristiwa penting, yakni kelahiran Pangeran Sidharta, Sidharta mencapai penerangan sempurna sebagai Sang Buddha, dan Buddha Gautama parinibana atau mangkat.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026