Logo Header Antaranews Jateng

Walisongo Halal Centre latih juru sembelih halal

Jumat, 22 Mei 2026 21:59 WIB
Image Print
Para juru sembelih hewan kurban yang mengikuti pelatihan Juleha (Juru Sembelih Halal) yang digelar Walisongo Halal Center (WHC) bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, di Semarang, Jumat (22/5/2026). ANTARA/HO-UIN Walisongo Semarang

Semarang (ANTARA) - Walisongo Halal Centre (WHC) menggandeng Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah untuk menggelar pelatihan juru sembelih halal (juleha) menjelang perayaan Idul Adha 2026.

Direktur WHC Malikhatul Hidayah di Semarang, Jateng, Jumat, mengatakan proses penyembelihan hewan kurban menjadi hal terpenting dalam Idul Adha.

Menurut dia, penyembelihan hewan tidak hanya berkaitan dengan proses penyembelihan, tetapi juga harus memenuhi syariat dan standar kesehatan hewan.

"Juleha harus tahu caranya sembelih halal, tahu cara matinya, minimal membaca bismillahi Allahu Akbar. Maksimal tau 10 kompetensi juleha," katanya saat pembukaan Pelatihan dan Uji Kompetensi Juru Sembelih Halal.

Ia mengatakan juleha menjadi jantung perayaan Idul Adha, sebab mereka sebagai ujung tombak dalam menyembelih hewan kurban yang dari hulu sampai dengan hilir wajib halal.

Pemerintah juga mengeluarkan imbauan bahwa mulai 17 Oktober 2026, jasa sembelih harus memiliki sertifikat kompetensi, sedangkan makanan minuman, rekayasa genetik, kosmetik, obat obatan, jasa distributor juga harus bersertifikat halal.

Oleh karena itu, rumah pemotongan hewan (RPH) dan rumah pemotongan hewan (RPU) harus memiliki sertifikat juleha sehingga dari sisi syariatnya benar.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Musahadi menyampaikan penyembelihan halal juga bagian dari menjalankan konstitusi, yakni negara menjamin beragama sesuai keyakinan.

Dengan kerja sama WHC UIN Walisongo-BI, ia berharap, peserta bisa mengikuti dengan serius dan sampai dengan tuntas dan diniatkan sebagai ibadah.

"Kita semua bisa hadir di sini karena BI. Saya sangat apresiasi dan terima kasih, karena ini bagian dari upaya bersama menjalankan perintah pemerintah. BI insyaallah akan memperoleh berkah yang luar biasa," katanya.

Asisten Direktur FPPUKIS BI Jateng Dhita Aditya Nugraha menambahkan bahwa pelatihan juleha sebagai bentuk dari pengembangan sektor ekonomi dan sosial.

Berbicara tentang syariah, katanya, erat kaitannya dengan halal sehingga memastikan kehalalan sembelihan tidak hanya dari faktor fasilitas dan sarana prasarana, tetapi juga juru sembelih harus berkompeten, yaitu mempunyai lisensi juru sembelih halal.

"Maka dari itu kami berharap juru sembelih halal memiliki 'skill' dan kompetensi dalam melaksanakan tugas nya agar kehalalannya terjamin," katanya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026