
Bupati Kudus ajak pekerja memperkuat kolaborasi dan situasi kondusif

Kudus (ANTARA) - Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengajak mengajak seluruh pekerja untuk memperkuat kolaborasi serta menjaga situasi kondusif dalam momentum peringatan Hari Buruh, sebagai upaya menciptakan hubungan industrial yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
"Momentum Hari Buruh ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperkuat kolaborasi. Dengan kebersamaan, kita bisa menjaga situasi kondusif dan mendorong kemajuan daerah," ujarnya saat bersama jajaran Forkopimda dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) melaksanakan apel pagi yang dilanjutkan kegiatan kurve dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional di Kawasan Balai Jagong, Kudus, Jumat.
Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta dari unsur TNI, Polri, ASN, dan serikat buruh ini berlangsung tertib dan aman.
Sam'ani juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai sebagai langkah positif dalam memperkuat kolaborasi antara pekerja, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat.
"Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan dalam membangun Kudus. Sinergi yang terjalin dengan baik akan menjaga situasi kondusif daerah, sehingga iklim kerja dan pembangunan dapat berjalan dengan lancar," ujarnya.
Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap berbagai aspirasi yang disampaikan oleh para pekerja sebagai bagian dari dinamika pembangunan.
"Aspirasi yang disampaikan akan kami terima dan tindak lanjuti sesuai mekanisme yang ada. Kami juga akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat sebagai upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua SPSI Kudus Andreas Hua berharap adanya kebijakan yang berpihak pada pekerja namun tetap adil bagi pengusaha. Ia juga menekankan pentingnya perhatian berkelanjutan dari pemerintah terhadap kesejahteraan pekerja.
"Kami berharap ke depan lahir aturan yang berpihak pada pekerja namun tetap adil bagi pengusaha. Selain itu, perhatian pemerintah terhadap pekerja juga sangat kami harapkan agar hubungan industrial tetap harmonis," ujarnya.
Kegiatan hari buruh juga mendapat dukungan BPJS Ketenagakerjaan Kudus yang membuka booth layanan informasi bagi para pekerja buruh yang hadir di lokasi acara, guna memberikan edukasi serta menjawab berbagai pertanyaan para pekerja terkait program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara langsung, sehingga para pekerja dapat memperoleh informasi yang lebih mudah, cepat, dan dekat dengan kebutuhan mereka.
Sebagai bentuk nyata perlindungan sosial bagi pekerja, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris juga menyerahkan santunan secara simbolis kepada tiga orang ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan Kudus.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kudus Dewi Mulya Sari menyampaikan santunan tersebut merupakan bukti kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada pekerja dan keluarga yang ditinggalkan.
"Dalam kesempatan ini, kami tidak hanya memberikan layanan informasi kepada para pekerja melalui booth layanan, tetapi juga menyerahkan secara simbolis santunan berupa manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), serta beasiswa kepada ahli waris dari tiga almarhum peserta," ujarnya.
Adapun rincian santunan yang diserahkan adalah sebagai berikut, yakni ahli waris peserta Supendi menerima santunan Rp259,14 juta, ahli waris peserta Mariyanah menerima santunan Rp213,23 juta, dan ahli waris peserta Tuni Lestari menerima santunan Rp131,55 juta.
Selain penyerahan santunan dan layanan informasi, rangkaian peringatan Hari Buruh ini juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize kepada para buruh yang hadir, sehingga menambah suasana kebersamaan dalam kegiatan tersebut.
Melalui momentum ini, BPJS Ketenagakerjaan Kudus menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memastikan seluruh pekerja memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang optimal.
Baca juga: Pemkab Kudus siap fasilitasi perkembangan ponpes peduli autis
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
