Logo Header Antaranews Jateng

Polresta Banyumas meningkatkan kemampuan personel kawal aksi massa

Kamis, 16 April 2026 13:38 WIB
Image Print
Latihan pengamanan dan pengendalian aksi massa di Polresta Banyumas, tepatnya di depan gerbang Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (16/4/2026). ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas meningkatkan kemampuan personel dalam mengawal aksi massa guna memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum berlangsung aman, tertib dan kondusif melalui latihan pengamanan rutin.

Kepala Polresta Banyumas Komisaris Besar Polisi Petrus P Silalahi di sela latihan yang berlangsung di depan gerbang Pendopo Si Panji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis, mengatakan latihan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan dan keterampilan anggota di lapangan.

“Hari ini, kami melaksanakan pelatihan terkait antisipasi kegiatan masyarakat, khususnya penyampaian pendapat di muka umum, agar anggota lebih terlatih dan terampil, terutama dalam hal negosiasi,” katanya.

Ia mengatakan pendekatan humanis menjadi pedoman utama dalam penanganan aksi unjuk rasa, dengan mengedepankan peran negosiator guna meredam potensi konflik agar tidak berkembang menjadi tindakan anarkis.

Menurut dia, Polri merupakan pengawal demokrasi yang akan selalu hadir bersama masyarakat, namun tetap mengimbau seluruh elemen untuk menjaga situasi kondusif tanpa mengurangi hak asasi warga negara.

“Kami akan mengawal setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum karena itu dijamin undang-undang, namun kami juga mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, kata dia, Polresta Banyumas melibatkan sejumlah unsur terkait, seperti Satuan Polisi Pamong Praja dan Brimob, guna memperkuat koordinasi lintas instansi dalam penanganan aksi massa.

Setiap tahapan penanganan diperagakan sesuai eskalasi situasi, mulai dari kondisi pasif, aktif, hingga agresif, sehingga peran masing-masing personel dapat terlihat dan dievaluasi.

Hal itu dinilai penting untuk mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki dalam menghadapi situasi sebenarnya di lapangan.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan langkah antisipatif apabila terjadi peningkatan eskalasi, termasuk penguatan pada titik-titik tertentu yang dinilai rawan.

Seluruh tahapan tersebut dilaksanakan berdasarkan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.

Ia menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif karena rasa aman dan damai itu sangat berharga,” kata Kapolresta.

Dalam latihan tersebut digambarkan adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan sekelompok massa buruh guna meminta Bupati Banyumas menaikkan upah minimum kabupaten serta pencairan tunjangan hari raya.

Aksi yang semula berlangsung damai itu berakhir dengan kericuhan dan sempat diwarnai pelemparan oleh massa ke arah personel Polresta Banyumas serta pembakaran ban bekas.

Oleh karena massa makin sulit dikendalikan, personel Brimob Polda Jawa Tengah turut membantu Polresta Banyumas untuk mengendalikan situasi, hingga akhirnya unjuk rasa dapat dibubarkan dan sejumlah provokator berhasil ditangkap petugas.

Baca juga: Bupati Banyumas targetkan nol kasus kematian terhadap ibu hamil lewat "Gurih Mass"



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026