Logo Header Antaranews Jateng

Bupati Banyumas targetkan nol kasus kematian terhadap ibu hamil lewat "Gurih Mass"

Kamis, 16 April 2026 13:13 WIB
Image Print
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono (kanan depan) melepas balon untuk menandai peluncuran Gerakan Ibu Hamil Sehat Banyumas (Gurih Mass) Tahun 2026 di halaman Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (16/4/2026). ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menargetkan tidak ada lagi kasus kematian ibu hamil di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melalui peluncuran Gerakan Ibu Hamil Sehat Banyumas (Gurih Mass) Tahun 2026.

“Kalau target, saya inginnya nol. Tidak ada kasus lagi kematian ibu hamil di Banyumas,” katanya setelah peluncuran “Gurih Mass” bertema “Sehat Sejak Pra Kehamilan, Aman Saat Hamil, Selamat Ibu dan Bayi” di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis.

Ia mengatakan sekitar 90 persen kasus kematian ibu hamil sebenarnya dapat dicegah jika dilakukan upaya yang tepat, termasuk deteksi dini dan pendampingan selama masa kehamilan.

Dia menjelaskan peran pemerintah daerah memastikan sistem berjalan optimal, sedangkan pelaksanaan teknis di bawah Dinas Kesehatan.

Ia mengingatkan pentingnya keterlibatan suami dalam menjaga kesehatan ibu hamil, mulai dari mendampingi pemeriksaan ke fasilitas kesehatan hingga memastikan kondisi ibu tetap terpantau.

“Suami jangan hanya mau enaknya saja, harus aktif membawa istrinya ke puskesmas. Sekarang sudah ada program UHC (Universal Health Coverage) BPJS Kesehatan, jadi akses layanan kesehatan harus dimanfaatkan,” kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas Dani Esti Novia mengatakan “Gurih Mass” menitikberatkan skrining kesehatan sejak sebelum kehamilan.

“Harapannya semua calon ibu dilakukan skrining, apakah layak hamil atau tidak, sehingga bisa dipastikan kehamilannya nanti sehat,” katanya.

Menurut dia, skrining tersebut penting untuk mendeteksi risiko sejak dini, sehingga komplikasi saat kehamilan maupun persalinan dapat dicegah.

Selain itu, pihaknya mendorong partisipasi keluarga, terutama suami, dalam mendampingi ibu hamil.

“Tantangannya masih ada masyarakat yang belum memahami pentingnya skrining sebelum hamil. Sosialisasi sudah kami lakukan secara masif, tetapi masih perlu ditingkatkan,” katanya.

Dia mengatakan hingga triwulan pertama 2026 tercatat tiga kasus kematian ibu hamil warga Banyumas, dengan dua kasus terjadi di Banyumas dan satu kasus di Cilacap.

Pada 2025, jumlah kematian ibu hamil di Banyumas tercatat 14 kasus. Untuk kematian bayi pada 2025 tercatat 109 kasus, sedangkan pada triwulan pertama 2026 lebih dari 10 kasus.

Menurut dia, tingginya angka kematian bayi juga berkaitan dengan kondisi ibu yang tidak sehat saat hamil.

“Kalau ibunya tidak sehat, otomatis bayinya juga berisiko. Karena itu penting memastikan ibu dalam kondisi sehat sejak sebelum hamil,” katanya.

Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana juga melibatkan berbagai pihak, termasuk penyuluh keluarga berencana serta tenaga kesehatan di desa, untuk memperkuat edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

Dani mengharapkan dukungan berbagai pihak, termasuk media, dalam membantu menyosialisasikan pentingnya persiapan kehamilan yang sehat guna menekan angka kematian ibu dan bayi di Banyumas.

Salah seorang ibu hamil yang mengikuti kegiatan tersebut, Evi Nurhayati (22), mengaku mendapatkan manfaat program pendampingan yang diberikan tenaga kesehatan.

Ia mengatakan selama ini telah mendapat bimbingan dari posyandu maupun puskesmas, termasuk dalam mempersiapkan kehamilan dan menjaga kondisi kesehatan selama mengandung.

“Dengan adanya ini, ibu-ibu hamil bisa lebih mencegah risiko kehamilan,” kata dia yang tengah hamil tujuh bulan itu.

Dia mengaku menyadari pentingnya pemeriksaan rutin, terutama mengantisipasi potensi gangguan, seperti preeklamsia.

Ia mengharapkan program “Gurih Mass” terus dilaksanakan agar semakin banyak ibu hamil memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak sebelum hingga selama kehamilan.

Baca juga: Tim Pengabdian KESMAS UMS gandeng Puskesmas Gilingan cegah anemia ibu hamil



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026