Logo Header Antaranews Jateng

Kilang Cilacap kembali raih PROPER Emas 2025 dari KLHK

Kamis, 9 April 2026 17:18 WIB
Image Print
General Manager Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap Wahyu Sulistyo Wibowo )kanan) menerima penghargaan PROPER Emas 2025 dari Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (kiri) di Jakarta, Selasa (7/4/2026). ANTARA/HO-Kilang Cilacap
PROPER Emas 2025 menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan lingkungan di Kilang Cilacap dilakukan melampaui standar yang dipersyaratkan

Cilacap (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap kembali menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan meraih penghargaan PROPER Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh General Manager RU IV Cilacap Wahyu Sulistyo Wibowo dari Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Jakarta, Selasa (7/4).

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dalam sambutannya menekankan pentingnya peran dunia usaha dalam meningkatkan kapasitas lingkungan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

“Ia menyampaikan pendekatan perlindungan lingkungan harus menjadi langkah pertama sebelum pengelolaan dilakukan. Itulah mengapa perlindungan ditempatkan di awal, baru kemudian pengelolaan lingkungan agar keberlanjutannya terjaga,” katanya.

Hanif juga mengingatkan sekitar 74 ribu pelaku usaha di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan di wilayah operasional masing-masing guna memberikan dampak nyata bagi ekosistem dan masyarakat.

Capaian tersebut menjadi PROPER Emas keempat bagi Kilang Cilacap setelah sebelumnya diraih pada 2019, 2020, dan 2024.

Wahyu mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menjalankan pengelolaan lingkungan yang melampaui standar yang dipersyaratkan.

“PROPER Emas 2025 menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan lingkungan di Kilang Cilacap dilakukan melampaui standar yang dipersyaratkan, sekaligus diiringi dengan program pengembangan masyarakat yang berkelanjutan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan yang berperan menjaga operasional kilang tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan dalam penyediaan energi nasional.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations and CSR RU IV Cilacap Agustiawan menyebut capaian tersebut tidak lepas dari keberhasilan program pemberdayaan masyarakat yang inovatif dan berdampak nyata.

Salah satunya melalui pembinaan Bank Sampah Abhipraya yang merupakan bagian dari program Masyarakat Mandiri Kutawaru (MAMAKU) di wilayah Kutawaru, Cilacap.

“Program ini hadir sebagai solusi atas tantangan pengelolaan sampah di wilayah yang secara geografis terpisah dari pusat Kota Cilacap oleh perairan Segara Anakan,” katanya.

Melalui program tersebut, kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga meningkat, sekaligus mendorong pemanfaatan sampah menjadi bernilai ekonomi.

Dengan dukungan fasilitas seperti mesin pencacah plastik, komposter, serta alat daur ulang, masyarakat mampu mengolah sampah menjadi produk bernilai jual maupun tabungan yang memberikan manfaat ekonomi langsung.

Program tersebut menjadi contoh bahwa kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dapat menghadirkan solusi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026