
Pemprov Jateng dorong fasilitasi sertifikasi halal bagi pengusaha

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta dukungan pemerintah kabupaten/kota untuk mendorong pengusaha di daerah masing-masing agar mengurus pengesahan sertifikasi halal produk mereka.
"Harapannya, pemda bisa memberikan fasilitasi sertifikasi melalui OPD, Baznas, BUMD, ataupun melibatkan perusahaan dengan program, Corporate Social Responsibility (CSR)," kata Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen di Semarang, Selasa.
Dia mengatakan hal tersebut dalam Sosialisasi Sertifikasi Halal dan Sinkronisasi Target Sertifikat Halal di Provinsi Jawa Tengah.
Ia menyebutkan bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menargetkan 576 ribu bidang usaha di di Jateng mendapatkan sertifikasi halal.
Dengan adanya target sertifikasi itu, kata dia, maka perlu dukungan pemerintah kabupaten/kota memfasilitasi sertifikasi halal bagi kalangan pengusaha.
Apalagi, tema tahun ketiga kepemimpinan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen itu tentang pariwisata dan ekonomi syariah.
Jadi, kata dia, akan banyak wisatawan yang datang dari dalam negeri maupun mancanegara yang harus difasilitasi dengan produk ramah Muslim.
"Kalau bicara wisata, bukan hanya hotel yang ramah Muslim, tetapi juga makanan harus serba halal," kata sosok yang akrab disapa Gus Yasin tersebut.
Dia mengakui masih banyak mereka yang belum tahu cara mengurus sertifikasi halal sehingga melalui keberadaan BPJPH di Jateng sekarang ini masyarakat bisa langsung datang dan mengurus pengesahan produk halal.
Ia mendorong masyarakat untuk membiasakan dan membudayakan tren halal tersebut, apalagi saat ini sudah didukung berbagai kemudahan melalui keberadaan BPJPH di Jateng yang akan bersinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).
Sekretaris Utama BPJPH Muhammad Aqil Irham menyatakan apresiasi kepada Jateng yang telah memberikan aset hibah berupa tanah untuk pendirian kantor perwakilan di wilayah tersebut.
"Kami sangat berterima kasih atas sambutan yang luar biasa dan penerimaan Jawa Tengah untuk membangun ekosistem halal di Jawa Tengah," ujarnya.
Menurut dia, sertifikasi halal penting bagi konsumen, sebagai upaya memberikan rasa nyaman dan menghindari was-was saat menggunakan produk yang mereka konsumsi.
"Seiring dengan itu, halal bukan lagi semata-mata urusan agama, tetapi jadi tren gaya hidup. Kalau konsumen tidak tenang dan tidak nyaman, jadi tidak mau belanja. Akibatnya, produknya ditinggal konsumen," katanya.
Oleh karena itu, ia berharap, kalangan pemda bisa melakukan orkestrasi melalui APBD masing-masing dan bergotong royong memberikan fasilitasi sertifikasi halal kepada pengusaha di wilayah masing-masing.
Baca juga: Abdul Mu'ti ajak umat Muslim peroleh harta bersih dan halal
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
