
Kemenkum Jateng serahkan sertifikat IG Garam Jetis Purworejo

Purworejo (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah menyerahkan Sertifikat Indikasi Geografis (IG) Garam Jetis Kabupaten Purworejo dalam rangkaian kegiatan Purworejo Expo 2026.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Tengah Heni Susila Wardoyo,di Purworejo, Rabu, menyampaikan penyerahan ini menjadi momentum penting dalam upaya pelindungan kekayaan intelektual sekaligus penguatan ekonomi berbasis potensi lokal di Kabupaten Purworejo.
Sertifikat Indikasi Geografis tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Tengah Heni Susila Wardoyo kepada Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Garam Jetis Marsino, disaksikan oleh Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Purworejo.
Ia menyampaikan, terbitnya Sertifikat Indikasi Geografis Garam Jetis bukan sekadar bentuk pengakuan hukum, tetapi juga langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Indikasi Geografis ini bukan hanya perlindungan atas nama dan produk, tetapi juga instrumen untuk meningkatkan daya saing, menjaga kualitas, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.
“Kami berharap Garam Jetis semakin dikenal luas dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petambak serta penguatan ekonomi lokal,” katanya.
Indikasi Geografis merupakan salah satu rezim Kekayaan Intelektual yang berperan strategis dalam melindungi produk unggulan daerah yang memiliki karakteristik khas, reputasi, dan kualitas tertentu yang dipengaruhi oleh faktor geografis serta kearifan lokal.
Perlindungan ini memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah penyalahgunaan oleh pihak yang tidak berhak.
Wilayah Jetis di Kabupaten Purworejo telah lama dikenal sebagai sentra produksi garam rakyat. Garam Jetis merupakan produk unggulan daerah yang lahir dari proses panjang pengelolaan sumber daya alam, pengetahuan lokal, serta keterampilan petambak yang diwariskan secara turun-temurun.
Garam Jetis memiliki karakteristik berwarna putih, bersih, alami dan sehat serta tembus pandang, tidak berwarna dan tidak berbau, serta memiliki rasa asin yang khas.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
