Logo Header Antaranews Jateng

"Mepe jaran kepang" Temanggung rangkul pecinta seni beberapa daerah

Minggu, 29 Maret 2026 21:31 WIB
Image Print
Sejumlah Jaran kepang (kuda lumping) di jemur oleh pemiliknya dalam tradisi mepe jaran kepang di Temanggung, Minggu (29/3/2026). ANTARA/Heru Suyitno

Temanggung (ANTARA) - Para penggiat seni tradisional jaran kepang menggelar kegiatan bertajuk "mepe jaran kepang" yang diinisiasi oleh komunitas pecinta jaran kepang dari Temanggung, menjadi ajang silaturahmi sekaligus pelestarian budaya dari beberapa daerah.

Seniman jaran kepang asal Temanggung Supri Wanto di Temanggung, Minggu, menyampaikan, salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut "mepe jaran kepang" (menjemur kuda lumping), yang digelar hari ini dalam suasana kopi darat (kopdar) para pecinta jaran kepang.

Menurut dia, peserta yang hadir tidak hanya para pelaku seni, tetapi juga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan dan kecintaan terhadap kesenian tradisional ini.

"Ini adalah kopdar jaran kepang. Tidak hanya pelaku seni, tapi juga mereka yang memang senang dengan jaran kepang," katanya.

Ia menjelaskan, tradisi mepe jaran kepang telah dilakukan beberapa kali, bahkan diperkirakan sudah mencapai lima kali pelaksanaan. Dari kegiatan tersebut, muncul inspirasi bagi daerah lain untuk mengadakan kegiatan serupa.

"Alhamdulillah, berkat kegiatan ini, teman-teman dari luar kota mulai terinspirasi. Di luar Temanggung seperti Magelang, Semarang, bahkan Boyolali, sudah mulai ada kegiatan serupa," katanya.

Dalam tradisi jaran kepang, sebelum dimainkan, terdapat ritual penting yang disebut jamasan, yaitu proses penyucian properti jaran kepang. Setelah melalui jamasan, barulah jaran kepang dijemur atau "dipepe" sebagai bagian dari rangkaian tradisi.

Pada kegiatan kali ini, jumlah peserta yang mendaftar mencapai sekitar 1.000 orang. Mereka datang dari berbagai daerah, seperti Demak, Banjarnegara, Wonosobo, dan sejumlah wilayah lainnya di luar Temanggung.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa jaran kepang tidak hanya menjadi kesenian lokal, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari identitas budaya yang mampu menyatukan berbagai kalangan dan daerah.

Ia menyampaikan, melalui kegiatan ini, para penggiat seni berharap jaran kepang dapat terus lestari dan semakin dikenal oleh generasi muda di seluruh Indonesia.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026