
BI gandeng TPID Jateng gelar GPM serentak

Semarang (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi dan TPID kabupaten/kota se-Jateng menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 35 kabupaten/kota.
Kepala Perwakilan BI Jateng M. Noor Nugoho, dalam pernyataan di Semarang, Senin, mengatakan bahwa GPM itu digelar menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriyah.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh TPID kabupaten/kota, Bulog, BUMD pangan, pelaku usaha, dan mitra strategis atas kerja sama yang solid dalam menjaga stok pangan dan stabilitas harga, khususnya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Kegiatan tersebut bertujuan memastikan ketersediaan bahan pangan pokok bagi masyarakat dan keterjangkauan harga sekaligus menjaga stabilitas harga selama periode permintaan tinggi.
Menurut dia, GPM merupakan langkah nyata agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan tenang tanpa melakukan pembelian berlebihan.
Sosok yang akrab disapa Nunu itu juga mengimbau masyarakat untuk belanja secara bijak sesuai kebutuhan dan menghindari "panic buying", karena pasokan pangan di Jateng dalam kondisi cukup dan terus dijaga oleh pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan.
Per Februari 2026, inflasi Jateng tercatat 0,76 persen (mtm), meningkat setelah pada Januari mengalami deflasi, dan tekanan terbesar bersumber dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, pada komoditas daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.
Hal ini menunjukkan perlunya pengendalian harga yang terkoordinasi secara end to end, mulai dari penguatan pasokan di hulu hingga distribusi dan ketersediaan di pasar.
Strategi pengendalian inflasi yang diterapkan oleh BI bersama TPID meliputi empat langkah, atau strategi 4K: menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga melalui GPM dan operasi pasar, kelancaran distribusi agar stok tidak terganggu menjelang arus mudik, serta komunikasi efektif untuk menjaga ekspektasi masyarakat tetap terkendali.
Dalam GPM kali ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas pokok, antara lain beras, daging ayam dan sapi, telur ayam ras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah dan bawang putih, serta aneka sayuran dan buah-buahan.
Kegiatan GPM dihadiri langsung oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wali Kota dan Wakil Walikota Semarang, pimpinan OPD, serta anggota TPID lainnya.
Sejumlah kepala daerah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Purwokerto dan Tegal, hadir melalui platform Zoom di kabupaten/kota masing-masing, serta Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, Badan Pangan Nasional, Maino Dwi Hartono, di Kabupaten Kebumen.
"Kehadiran para pejabat ini menunjukkan sinergi dan komitmen bersama dalam menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga di Jawa Tengah," katanya.
Selain itu, pada stan khusus BI, masyarakat dapat membeli cabai rawit merah segar, cabai merah kering serta mocaf dengan menggunakan QRIS.
Stan khusus tersebut dimaksudkan sebagai sarana edukasi untuk mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi bahan alternatif pangan seperti cabai kering dan mocaf untuk mendukung pengendalian inflasi dari sisi permintaan.
Sebagai bagian dari edukasi masyarakat, di akhir acara GPM diselenggarakan talkshow interaktif dengan narasumber dari Bank Indonesia, Dinas Pertanian dan Peternakan, serta Dinas Ketahanan Pangan.
Talkshow tersebut mengangkat tema “Belanja Bijak Kunci Menjaga Stabilitas Harga”, yang memberikan tips praktis berbelanja, diversifikasi bahan pangan, dan menjaga stabilitas harga di rumah tangga.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
