118 KK di Kota Semarang dapat pelatihan urban farming

id pelatihan urban farming semarang

118 KK di Kota Semarang dapat pelatihan urban farming

Pelaksanaan Program Pelatihan Urban Farming di Kelurahan Bambankerep, Kota Semarang, oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero). ANTARA/Wisnu Adhi

Semarang (ANTARA) -
Sebanyak 118 kepala keluarga di RW 02 Kelurahan Bambankerep, Kota Semarang, mendapat pelatihan pertanian perkotaan (urban farming) yang diberikan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) sebagai salah satu bentuk program tanggung jawab sosial perusahaan.

"Sebagai salah satu special mission vehicles (SMV) Kementerian Keuangan RI, kami berkomitmen senantiasa memberikan manfaat kepada masyarakat, baik manfaat langsung dari keberadaan proyek maupun manfaat tidak langsung, yang kami sampaikan melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan," kata Indra Singawinata selaku SVP CEO Office PT PII di Semarang, Sabtu.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan kelanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Urban Farming dan wujud kepedulian PT PII untuk membangun serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan warga yang berada di lingkungan sekitar konstruksi Instalasi Pengolahan Air Minum yang termasuk bagian dari proyek Sistem Penyaluran Air Minum (SPAM) Semarang Barat.

Baca juga: "Innovative urban farming", terobosan ketahanan pangan dunia

SPAM Semarang Barat merupakan proyek dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) dan PT PII menyadari sepenuhnya bahwa hakikat bisnis perusahaan tentu tidak terlepas dari dukungan masyarakat.

Menurut dia, dibangunnya Sentra Pelatihan "Urban Farming" di Bambankerep ini menjadi solusi yang diberikan PT PII di tengah situasi pandemi COVID-19.

"Kami ingin sentra pelatihan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang diberikan dan mengimplementasikannya dengan memanfaatkan idle space di rumah seperti pekarangan, halaman belakang maupun area pinggir jalan disepanjang jalan di lingkungan rumah," ujarnya.

Pelatihan dan pendampingan ini, lanjut dia, diberikan PT PII sampai warga benar-benar memahami konsepnya serta mampu menjalankan urban farming secara mandiri dan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan tempat tinggal hingga menjadi model bisnis UMKM ke depan.

Suharti Sadja selaku Direktur Tiga Langkah, mitra yang ditunjuk oleh PT PII sebagai pelaksana Program Pelatihan Urban Farming ini mengatakan bahwa warga sangat antusias mengikuti program ini sejak awal dan hari ini merupakan pelatihan yang ke-6 yaitu praktik tata ruang estetika.

Baca juga: Urban Farming didorong jadi sentra agrobisnis

Rangkaian Program Pelatihan Urban Farming dari PT PII ini sudah berlangsung sejak Oktober 2020.

"Saat ini warga juga sedang melakukan persiapan untuk panen perdana di awal Desember 2020. Selain dapat menikmati hasil panen dan memberikan penghasilan tambahan, warga juga mendapat kepuasan dan rasa senang saat menjalani proses 'farming-nya' karena tanaman-tanaman tersebut dapat mempercantik halaman rumah dan jalan di sekitar rumah," katanya.
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar