Menpora belum pastikan Piala Dunia U-20 dengan atau tanpa penonton

id Zainudin Amali ,Menteri Pemuda dan Olahraga,menpora,piala dunia u 19

Menpora belum pastikan Piala Dunia U-20 dengan atau tanpa penonton

Foto udara Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (1/9/2020). Renovasi salah satu stadion yang ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 tersebut ditargetkan dapat rampung Desember 2020. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan sampai saat ini pihaknya belum dapat memastikan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 pada 2021 di Indonesia akan digelar dengan atau tanpa penonton.

Menpora Zainudin Amali setelah rapat terbatas bertopik Perkembangan Persiapan Penyelenggaraan Piala Dunia U-20 Tahun 2021 yang dipimpin Presiden Jokowi dari Istana Kepresidenan Bogor, Selasa, mengatakan kepastian penyelenggaraan dengan atau tanpa penonton akan sangat tergantung pada perkembangan situasi pada Mei-Juni 2021.

“Apakah ada penonton atau tidak, lihat situasi Mei-Juni seperti apa, apakah vaksin sudah merata,” kata Zainudin.

Baca juga: Upacara pembukaan dan penutupan Piala Dunia U-20 ditiadakan
Baca juga: Presiden Jokowi cek fasilitas penyelenggaraan Piala Dunia U-20


Namun ia menekankan di luar semua itu, protokol kesehatan akan diterapkan dengan ketat mengikuti tata aturan Satgas Penanganan COVID-19.

Di samping itu juga FIFA akan melakukan supervisi yang ketat dan memberikan arahan-arahan terkait penerapan protokol kesehatan.

“Kita akan komunikasikan dan berharap keselamatan dan kesehatan masyarakat jadi yang utama buat kita, kita harap Mei-Juni sudah bisa ditonton dengan kapasitas setengah atau terbatas dari kapasitas stadion yang jelas yang menentukan otoritas yang akan diberi kewenangan dan FIFA itu sendiri,” katanya.

Baca juga: Indonesia targetkan masuk 8 besar Piala Dunia U-20

Pihaknya juga tak bisa memastikan waktu kedatangan FIFA namun akan terus berkomunikasi untuk melaporkan persiapan venue di lapangan.

Terkait “opening ceremony” untuk ajang Piala Dunia U-20, ia memastikan akan berbeda dengan saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games.

“Dari FIFA dimaknai dengan pertandingan hari pertama, jadi alokasi terbatas speech pemerintah dan FIFA saja 5-8 menit karena memang kebiasaan U-20 pertandingan pertama yang merupakan pembukaan dan Presiden memutuskan mengikuti saja apa yang diarahkan FIFA,” katanya.

Baca juga: Stadion Kapten Dipta berbenah jelang Piala Dunia U-20
Baca juga: Kawasan Stadion Manahan mulai ditata untuk persiapan Piala Dunia U-20
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar