Prof. Noor Achmad: Manusia hendaknya tetap berprasangka baik kepada Allah

id Idul adha, majt, noor ACHMAD

Prof. Noor Achmad: Manusia hendaknya tetap berprasangka baik kepada Allah

Plt. Sekda Jateng Heru Setiadhi (kiri) menyerahkan sapi kurban dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kepada Prof. Noor Achmad selaku Ketua Pengelola MAJT, Jumat. Dok. MAJT

Semarang (ANTARA) - Khatib shalat Idul Adha Masjid Agung Jawa Tengah Prof. Noor Achmad mengingatkan bahwa manusia hendaknya tetap berprasangka baik kepada Allah atas munculnya wabah corona yang melanda dunia saat ini.

"Kita hendaknya ber-husnudzon bahwa pandemi COVID-19 sengaja dimunculkan Allah untuk meningkatkan keimanan, kesabaran, dan kasih sayang antar umat manusia," katanya dalam khotbah shalat Idul Adha di MAJT Kota Semarang Jumat.

“Kita harus percaya bahwa Allah SWT pasti menguji setiap manusia yang menyatakan dirinya beriman," katanya menambahkan.

Ia menyebutkan sebagaimana Surat Al-Ankabut ayat 1-3, "Setiap orang yang beriman pasti diuji Allah sebagaimana juga ujian terhadap orang-orang sebelumnya."

Tema yang diangkat pada Idul Adha 1441 Hijriah dan Ibadah Kurban tahun 2029 adalah Mengukuhkan Persatuan.

Shalat Id di MAJT yang menerapkan protokoler kesehatan COVID-19, antara lain, dihadiri Plt. Sekda Jateng Heru Setiadhi beserta ribuan umat Islam dari berbagai daerah.

Jamaah juga menaati protokol kesehatan dengan berwudhu, membawa sajadah, serta pakai masker dari rumah. Termasuk cek suhu dan disemprot hand sanitizer oleh petugas MAJT.

Prof Noor Achmad banyak mengupas COVID-19 dalam perspektif Al-Quran. Selain dalil COVID-19 pada Surat Al-Ankabut, COVI-19 diyakini sebagai ujian Allah Swt untuk meningkatkan kesabaran.

Sebagaimana Surat Al-Baqarah ayat 155-156, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun."

Ditambahkan, "COVID-19 juga patut kita anggap sebagai tentara-tentara Allah untuk memperkuat keimanan setiap mukmin sebagaimana Surah Al-Fath ayat 4. Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)."

"Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan Bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."

Ditegaskan, hikmah COVID-19, untuk mencapai derajat tertentu manusia harus bersusah payah dan terus mengingat kekuatan dan kekusaan Allah SWT sebagaimana Surat Al-Balad ayat 4-20.

"Saat inilah dengan COVID-19, Allah memperlihatkan memudarnya keeratan sosial di antara kita, runtuhnya keadilan sosial, merebaknya individualisme, liberalisme, kapitalisme, hilangnya kesantunan politik, menguatnya oligarki, pemaksaan kehendak, mudahnya masyarakat saling menyalahkan, bahkan ada yang mudah mengafirkan kepada sesama muslim," katanya.

Sekarang ini, katanya, seakan-akan pandemi COVID-19 datang untuk mengingatkan manusia di dunia untuk kembali kepada fitrah, manusia adalah umat yang satu, sebagaimana ditegaskan Surah Al-Anbiya ayat 92,

“Sesungguhnya ini adalah umat kamu semua; umat yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku. COVID-19 juga mengingatkan agar masyarakat saling taaruf, sebagaimana Surat Al-Hujurat ayat 13, hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

Nabi Ibrahim AS telah memberikan contoh menghadapi ujian-ujian Allah. Dijalankan perintah Allah dengan sepenuh hati meskipun secara lahiriah tampak begitu berat. Namun karena ketulusan dan keikhlasan Nabi Ibrahim kepada Allah, maka perintah menyembelih sang putra tercinta Nabi Ismail AS menjadi sebuah anugerah, diganti dengan domba kurban yang dikirimkan oleh Allah.

Usai salat Idul Adha, dilanjutkan penyerahan hewan kurban berupa seekor sapi dari Gubernur Ganjar Pranowo oleh Plt. Sekda Jateng Heru Setiadhi kepada Ketua PP MAJT Prof Noor Achmad. Tahun ini, MAJT menerima 11 sapi dan delapan kambing.

Kurban sapi ke MAJT, selain dari Gubernur Jateng, juga dari Kapolda Jateng Irjen Pol Achmad Lutfhi, Kodam IV/Diponegoro, dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. ***
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar