Wawali Kota Surakarta: Penerapan normal baru mulai diterima masyarakat Solo

id Wawali:penerapan, normal baru mulai ,diterima masyarakat Solo

Wawali Kota Surakarta: Penerapan normal baru mulai diterima masyarakat Solo

Sejumlah tamu undangan saat menghadiri acara akad nikah dengan tetap penerapan protokol kesehatan dalam acara simulasi virtual wedding di Bollroom The Sunan Hotel Solo, Rabu (24/6/2020).  (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo mengatakan masyarakat Solo dalam semua kegiatan dengan protokol kesehatan yang berlaku kini mulai menerima penerapan tatanan kehidupan baru atau normal baru guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Pemerintah Kota Surakarta, Jateng dengan penerapan protokol kesehatan, agenda-agenda yang sempat tertunda sudah dapat diselenggarakan termasuk pesta pernikahan dengan catatan batas maksimal tamu yang hadir 30 orang, kata Achmad Purnomo saat menghadiri acara simulasi virtual wedding di Bollroom The Sunan Hotel Solo, Rabu.

"Kami mengizinkan gelaran pesta pernikahan dengan catatan hanya dihadiri maksimal 30 tamu undangan, dengan tetap protokol kesehatan dijalankan dengan baik," kata Purnomo.

Menurut Purnomo nantinya, acara resepsi juga boleh diadakan di sebuah gedung pertemuan, tetapi tamu undangan maksimal hanya 50 persen dari kapasitas gedungnya.

Pemerintah Kota Surakarta bersama berbagai stakeholder lainnya terus melakukan sosialisasi guna untuk menyadarkan masyarakat sebagai upaya memutus penyebaran COVID-19.

"Kami tegaskan pada masa normal baru masyarakat sudah dapat menyelenggarakan acara apapun. Namun, tetap sesuai protokol kesehatan mulai dari masuk ruangan pengecekan suhu tubuh, cuci tangan dengan sabun, wajib mengenakan masker, menggunakan hand sanitizer, dan selalu menjaga jarak aman satu meter," kata Purnomo.

Menurut dia, pembatasan kegiatan tidak hanya pada acara pesta pernikahan, tetapi juga berlaku di tempat pembelanjaan seperti mal dan pasar tradisional juga dibatasi.

Bahkan, untuk anak balita, ibu hamil, dan lansia dilarang berkunjungi ke tempat-tempat keramaian seperti mal dan tempat lainnya seperti pertunjukan.

General Manager (GM) The Sunan Hotel Solo Retno Wulandari pada situasi pandemi saat ini, dilarang mendatangkan kerumunan massa. Mau tidak mau penyedia jasa harus memiliki terobosan, termasuk dunia perhotelan. Virtual wedding menjadi salah satu pelayanan yang ditawarkan pihak hotel menyikapi era normal baru.

"Kami juga membantuk gugus tugas COVID-19 untuk memantau pelaksanaan normal baru di hotel. Bekerja sama dengan salah satu rumah sakit di Kota Solo untuk memaksimalkan pelayanan terbaik termasuk protokol kesehatan yang dijalankan,: kata Retno.

Menurut Retno dalam simulasi virtual wedding, tamu undangan yang hadir di hotel hanya terbatas 30 orang. Tamu undangan lainnya dapat menyaksikan prosesi akad nikah melalui aplikasi zoom dan live streaming youtube.

Bahkan, beberapa tamu undangan rekomendasi pengantin akan mendapatkan hantaran menu makanan yang akan diantar langsung oleh pihak hotel.

"Virtual wedding ini, fokus pada siaran langsung prosesi pernikahan melalui berbagai media sosial dan platform digital lainnya. Kebetulan kami ditunjuk sebagai hotel percontohan untuk menyelenggarakan virtual wedding ini. Dipantau dan diawasi langsung oleh Pemkot, akan dilombakan ke Kemendagri," ungkapnya.


 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar